BPOB Gandeng BUMDesa Kelola Sampah Borobudur Highland, Wujudkan Kawasan Wisata Berkelanjutan
BPOB sepakat bekerja sama dengan BUMDesa Binangun Raharja dalam hal pengelolaan sampah Kawasan Pariwisata Zona Otorita Borobudur dengan menandatangani PKS di Aula Glamping De Loano, Borobudur Highland-Eko Sutopo-Magelang Ekspres
PURWOREJO, MAGELANGEKSPRES.ID – Badan Pelaksana Otorita Borobudur (BPOB) menggandeng kerja sama dengan BUMDesa Binangun Raharja dalam hal pengelolaan sampah Kawasan Pariwisata Zona Otorita Borobudur.
Kerja sama strategis itu akan berfokus pada Pengelolaan Sampah Kawasan Pariwisata Zona Otorita Borobudur dengan mengusung semangat kolaborasi bertajuk "Bersama mengelola sampah, membangun kawasan yang bersih, produktif, dan berkelanjutan."
Kesepakatan ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) kedua belah pihak di Aula Glamping De Loano, Borobudur Highland, Kabupaten Purworejo, pada Senin (6/7).
Penandatanganan dilakukan secara langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama BPOB, Yusuf Hartanto, bersama dengan Direktur BUMDesa Binangun Raharja, Dhani.
Hadir jajaran Kepala Divisi BPOB, perwakilan Pemerintah Kalurahan Pagerharjo, Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Pagerharjo, para pemangku wilayah (Dukuh), serta mitra strategis lainnya.
Plt. Direktur Utama BPOB, Yusuf Hartanto, menyampaikan bahwa kerja sama tata kelola sampah ini merupakan manifestasi dari tanggung jawab BPOB dalam mengembangkan destinasi pariwisata super prioritas yang tidak hanya menonjolkan keindahan alam, melainkan juga menjamin ekosistem lingkungan yang baik, bersih, sehat, dan berkelanjutan.
Pihaknya menegaskan, penanganan sampah di kawasan pariwisata tidak bisa lagi dipandang sebelah mata dan harus dikelola dengan sistem yang terpadu dari hulu ke hilir.
BACA JUGA:BPOB dan Pewarta Purworejo Sepakat Kolaborasi Promosikan De'Loano Glamping
"Pariwisata berkelanjutan adalah masa depan kita. Melalui penandatanganan PKS ini, BPOB berkomitmen untuk memastikan Kawasan Pariwisata Zona Otorita Borobudur bebas dari permasalahan sampah. Kami tidak hanya mengejar target zero waste, tetapi juga memastikan proses pemilahan, distribusi, hingga pengolahan akhir dilakukan secara bertanggung jawab dan melibatkan partisipasi aktif masyarakat lokal," katanya.
Lebih lanjut Yusuf menjelaskan bahwa sinergi lintas sektor adalah kunci utama. Keterlibatan BUMDesa diharapkan dapat menjadi motor penggerak sirkular ekonomi di tingkat akar rumput.
“Sampah yang dihasilkan dari aktivitas pariwisata di kawasan otorita akan dikelola secara komprehensif, sehingga limbah yang sebelumnya dianggap sebagai beban dapat diubah menjadi sumber daya yang bernilai guna,” jelasnya.
Direktur BUMDesa Binangun Raharja, Dhani, menyambut baik langkah taktis yang diinisiasi oleh pemerintah pusat melalui BPOB ini.
BACA JUGA:Loano Dukung Pengembangan Wisata Borobudur Highland, Kolaborasi BOB Dorong Ekonomi Menoreh
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: