Ketua Ormas di Purworejo Terjaring OTT KPK, Diduga Terseret Kasus Bupati Pemalang

Ketua Ormas di Purworejo Terjaring OTT KPK, Diduga Terseret Kasus Bupati Pemalang

Seorang pengusaha sekaligus Ketua Ormas di Purworejo berinisial LBS (berompi orange paling belakang) dan anaknya berinisial DIS diamankan KPK dalam kasus Bupati Pemalang belum lama ini-Istimewa-Magelang Ekspres

PURWOREJO, MAGELANGEKSPRES.ID – Seorang pengusaha sekaligus Ketua Organisasi Masyarakat (Ormas) di Purworejo berinisial LBS (72) turut terjaring operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kasus yang melibatkan Bupati Pemalang.

LBS telah ditetapkan sebagai tersangka dalam dugaan tindak pemerasan. Ia disangkakan bersama anaknya, DIS, yang diketahui bekerja sebagai staf administrasi KPK.

KPK Tangkap 21 Orang di Tiga Wilayah

Dalam OTT tersebut, KPK menangkap 21 orang. Mereka termasuk Bupati Pemalang Anom Widiyantoro, LBS, serta anaknya, DIS.

BACA JUGA:Ahmad Luthfi Prihatin Bupati Pemalang Terjaring OTT KPK, Singgung No Titip Jabatan

Penangkapan dilakukan di tiga wilayah berbeda, yakni Jakarta, Pemalang, dan Purworejo.

Berdasarkan informasi dari KPK, Bupati Pemalang diduga menyerahkan uang sebesar Rp1,2 miliar kepada LBS. Uang tersebut kemudian diserahkan kepada anaknya yang bekerja sebagai staf KPK.

Uang itu diduga digunakan untuk menyelesaikan kasus yang sedang dihadapi Bupati Pemalang di KPK. Namun, tindakan tersebut terendus oleh KPK hingga akhirnya operasi tangkap tangan dilakukan pada Rabu (29/7).

LBS dan DIS disangkakan melanggar Pasal 12 huruf e UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 20 KUHP.

BACA JUGA:Bupati Sukoharjo Kena OTT KPK, Ahmad Luthfi Jamin Pelayanan Publik Tetap Normal

Ormas Sebut Kasus di Luar Organisasi

Sekretaris Ormas terkait di Purworejo berinisial S mengaku tidak mengetahui secara pasti persoalan hukum yang menimpa LBS.

Ia mengaku baru mengetahui kabar penangkapan ketuanya dari teman dan pemberitaan media.

"Saya tidak tahu, masih simpang siur. Seperti apa kasusnya saya tidak tahu. Baru tahu setelah dihubungi teman-teman," kata S saat ditemui di kediamannya, Kamis (30/7).

S memastikan penangkapan LBS oleh tim KPK merupakan persoalan di luar organisasi. Karena itu, pihaknya tidak mengetahui secara rinci duduk persoalan maupun kasus yang menjerat ketuanya.

"Sebelumnya beliau sering telepon, tapi hanya menyangkut urusan organisasi. Secara fisik sudah lama kami tidak bertatap muka," ujarnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: