Banyak Menimpa Korban, Warga Desak Tambang Batu Ditutup

Banyak Menimpa Korban, Warga Desak Tambang Batu Ditutup

MAGELANGEKSPRES.COM,BANJARNEGARA – Warga Desa Giritirta Kecamatan Pejawaran mendesak agar tambang batu lempeng yang beroperasi di desa tersebut ditutup, saat audiensi dengan penambang di balai desa tersebut, Rabu (4/3). Keberadaan tambang batu lempeng tersebut dinilai membahayakan. Sebab posisinya berada di jalan menuju ladang dan obyek wisata air terjun/curug. Selain itu, material tambang yang longsor kerap menutup saluran irigasi dan merusak saluran air bersih yang menyuplai kebutuhan warga. Terlebih, sejumlah warga telah menjadi korban. Belum lama ini, ada lima orang warga yang tertimpa batu saat pulang dari ladang. Seorang peserta audiensi Budi Santosa mengatakan pada tanggal 7 Februari lalu, telah ada kesepakatan tambang batu lempeng ditutup. Namun di lapangan, ternyata penambangan batu lempeng kembali beroperasi. “Sudah ada kesepakatan koq dilanggar. Kalau tidak ada pelanggaran tidak akan ada pertemuan lanjutan,” ungkapnya. Perwakilan penambang Tutur M. berharap penamangan tidak ditutup total. “Yang bisa dihidupkan dihidupkan. Kalau yang dihentikan, silahkan dihentikan karena menyangkut masalah tenaga kerja,” ungkapnya. Dengan kata lain, penambangan tidak ditutup semua. Perwakilan penambang lainnya Nurudin mengatakan pihak masyarakat menghendaki tambang ditutup, namun penambang menghendaki lain. Menurut dia, kondisi jalan saat ini lebar dan bisa dilalui mobil karena warga dan penambang bekerja sama dalam memperlebar jalan. Kadus Pandanarum Desa Giritirta Sehat Haryanto mengatakan hampir semua lokasi yang ditambang berada di zona bahaya. Selain membahayakan warga, lombah dan batu yang berjatuhan juga sering menutup irigasi, merusak saluran air bersih dan menghambat perkembangan pariwisata. Sebab wisatawan takut jika tertimpa batu. Mengingat lokasi tambang tingginya sekitar 50 meter di atas jalan. Kepala Desa Giritirta Ery Yuliyanti menjelaskan ada lima orang warga yang terluka akibat tertimpa batu. “Korban lima orang, yang satu lukanya parah. Yang empat, luka ringan,” jelasnya. Empat orang korban yang tertimpa batu ini satu keluarga dan satunya berbeda KK. (drn)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: