Dari Klinik Persalinan, Kini Jadi RS Aisyiyah Muntilan

Dari Klinik Persalinan, Kini Jadi RS Aisyiyah Muntilan

MAGELANGEKSPRES.COM,MUNTILAN - Dimulai dari sebuah klinik persalinan yang menumpang di rumah salah seorang pengurusnya, RS Aisyiyah Muntilan telah berkembang menjadi Rumah Sakit. Proses perkembangan ini tidak hanya dikarenakan usaha pihak Rumah Sakit, tetapi juga dikarenakan adanya dukungan dari masyarakat dalam bentuk antusiasme penggunaan layanan kesehatan yang ditawarkan. Hal ini sesuai hukum ekonomi, tidak ada supply jika tidak ada demand. Dukungan dan antusiasme masyarakat terlihat dari meningkatnya pasien rawat inap dan rawat jalan di RS Aisyiyah Muntilan ini sejak tahun 2004 (masih RSIA) sampai sekarang. Melihat respon tersebut diatas maka pendiri dan pengurus RS Aisyiyah Muntilan menyadari akan kebutuhan untuk mengembangkan kelas dan kapasitas Rumah Sakit sehingga mampu melayani pasien dari semua lapisan masyarakat. Proses pengembangan tersebut melalui beberapa tahap. Diawali dengan penyediaan gedung dan lahan sendiri, kemudian berkembang menjadi Rumah Sakit Khusus Ibu dan Anak, lalu dalam proses menjadi Rumah Sakit Umum. \"Awalnya dulu Balai Kesehatan Ibu dan Anak (BKIA), kemudian menjadi RSIA, dan RSA pada tahun 2012. Oleh karenanya RSA ini lebih dikenal dengan nama BKIA Kendalgrowong Muntilan,\" ucap Direktur RS Aisyiyah Muntilan, dr. Moh. Was’an, Sp.S(K). Dari segi fisik, pembangunan pengembangan Rumah Sakit terus berjalan sejak tahun 2003, sehingga saat ini telah berdiri gedung poliklinik dan administrasi, gedung rawat inap dua lantai, rawat inap satu lantai, dan Instalasi Gawat Darurat. Baca juga BAZNAS Kabupaten Magelang Bantu Pedagang Cilok Disamping itu telah dibangun pula kompleks ruang gizi dan linen/laundry.  Pada tahun 2016 telah diresmikan juga gedung 4 lantai yang diperuntukkan untuk, IGD, Kamar bersalin, Kamar bayi. Radiologi, ruang perawatan, HCU, 3 kamar bedah dan Hemodialisa. Dari segi ketenagaan, RS Aisyiyah Muntilan terus menerus melakukan rekrutmen karyawan sehingga saat ini karyawan berjumlah 240 orang, baik karyawan tetap maupun tidak tetap dan 40 orang untuk karyawan outsourching. Demikian juga dengan sarana pelayanan medis dan non-medis, RS Aisyiyah Muntilan terus berusaha untuk melengkapi sesuai standar yang telah ditetapkan pemerintah. Dengan melihat perkembangan animo masyarakat terhadap pelayanan Rumah Sakit dan modal dasar yang telah dimiliki oleh RS Aisyiyah Muntilan maka untuk meningkatkan pengabdian kepada masyarakat Kabupaten Magelang khususnya dibidang kesehatan maka RS Aisyiyah Muntilan memberanikan diri untuk mengajukan permohonan peralihan status dari Rumah sakit Khusus Ibu dan Anak menjadi Rumah Sakit Umum kelas D. Diharapkan penjabaran keadaan riil RS Aisyiyah Muntilan di awal tahun 2013 ini dapat memperjelas kepada masyarakat dan pemangku kebijakan tentang kemampuan RS Aisyiyah Muntilan memenuhi standar pelayanan sebuah Rumah Sakit Umum. Diharapkan pengetahuan masyarakat tentang kemampuan RS menjadikannya segera mengakses layanan kesehatan yang diperlukan. Diharapkan juga pengetahuan pemangku kebijakan tentang  kemampuan RS Aisyiyah Muntilan menjadikan RS Aisyiyah Muntilan dipercayai untuk membantu pemerintah dalam menyediakan layanan kesehatan bagi masyarakat. \"Pada tanggal 23 Desember 2013 RS Aisyiyah Muntilan, telah diberikan penetapan kelas D dari kementrian kesehatan,\" terang dr. Moh. Was’an. Kepala Bagian Umum, Imam Hartoyo Amd.KL, menerangkan, dalam mendukung pemerintah melawan Covid 19, RS Aisyiyah Muntilan berstatus menjadi Lini 3, sebagai rumah sakit penanganan Covid 19. \"Ini sedang dalam proses pembangunan jalur pasien Covid dari UGD ke bangsal karantina, sehingga tidak melewati bangsal lainnya,\" terang Imam. Untuk diketahui, RS Aisyiyah Muntilan telah memenuhi standar sertifikat akreditasi rumah sakit, lulus tingkat Paripurna, yang memberikan layanan bintang lima. Selain itu, pelayana medis di RS Aisyiyah Muntilan, meliputi, spesialis kandungan, spesialis anak, spesialis penyakit dalam, spesialis syaraf, spesialis gizi, spesialis mata, spesialis ortopedi, spesialis bedah, spesialis THT, spesialis radiologi, spesialis kedokteran jiwa/psikiater,  spesialis jantung pembuluh darah dan spesialis kelamin.(adv)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: