Perangi DBD, Dinas Kesehatan Temanggung Gerncarkan Kebersihan Lingkungan

Perangi DBD, Dinas Kesehatan Temanggung Gerncarkan Kebersihan Lingkungan

MAGELANGEKSPRES.COM,TEMANGGUNG - Dinas Kesehatan Kabupaten Temanggung gencarkan menggerakan kebersihan lingkungan dan perilaku hidup bersih untuk memerangi demam berdarah (DB) dan sejumlah penyakit lain di musim hujan. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Temanggung dr Suparjo MKes mengatakan, khusus DB digencarkan gerakan menguras, menutup dan mengubur (3M) sampai di tingkat rukun tetangga (RT). Gerakan itu melibatkan camat, kades, kader kesehatan serta petugas kesehatan di puskesmas yang ada. \"Musim hujan adalah masa perkembangbiakan nyamuk aedes aegipty secara cepat. Kami mengajak semua pihak semakin waspada, dengan jaga kebersihan lingkungan,\" kata Suparjo, Senin (13/1). Dia mengatakan sejumlah penyakit yang merebak di musim hujan, seperti diare, types, flu dan leptospirosis serta malaria. Penyakit tersebut mudah dalam penanggulangannya seperti kebiasaan mencuci tangan sebelum makan. Dikemukakan Kasus demam berdarah dengue di Kabupaten Temanggung telah merenggut satu korban jiwa. Seorang anak berumur 6 tahun warga Parakan Temanggung meninggal dalam perawatan medis rumah sakit. Pemerintah meminta warga untuk meningkatkan kewaspadaan pada DB. Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinas Kesehatan Kabupaten Temanggung, dr Taryumi mengatakan, seorang anak meninggal karena serangan demam berdarah dengue (DBD) sekitar tiga hari lalu. Sebelum dibawa ke rumah sakit untuk perawatan, anak tersebut telah beberapa hari sakit dan diobati di rumahnya. \"Beberapa warga di lingkungan tempat tinggal korban juga ada yang menderita DB. Ketika di rumah sakit kondisi sudah serius, \" kata Taryumi. Dikatakan, Dinas Kesehatan telah melakukan fogging atau pengasapan di lingkungan korban dan juga gerakan kebersihan lingkungan, yang diharapkan dapat menekan jumlah penderita DBD. Namun yang perlu diketahui bahwa yang lebih baik tetap 3M karena memberantas dari telur, jentik dan nyamuk dewasa. Sedangkan fogging hanya mematikan nyamuk dewasa. Dinas katanya, kini masih memantau perkembangan di lingkungan tersebut, dan diharapkan tidak ada lagi warga yang terserang. Sejumlah warga juga ada yang masih dalam perawatan medis untuk penyembuhan.(set) 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: