Ratusan Kolam dan Persawahan Terancam Kekeringan

Ratusan Kolam dan Persawahan Terancam Kekeringan

MAGELANGEKSPRES.COM, WONOSOBO - Tergerus luapan air irigasi, tebing sungai Tetegan Kelurahan Kalianget ambrol sepanjang 15 meter. Satu unit rumah kosong rusak parah. Longsor juga mengancam sayap jembatan menuju kampung Manggisan. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu Kalur Kalianget Kusmedi mengatakan bahwa tebing sungai ambrol diduga karena tergerus rembesan air dari saluran irigasi yang ada di atasnya. Peristiwa itu terjadi pada pagi hari, sekitar pukul 09.00 WIB, saat itu cuaca cerah. “Dari penuturan warga setempat, tiba-tiba tebing sungai ambrol pada pagi hari. Suara yang ditimbulkan cukup keras, ada bekas rumah makan yang ikut longsor,” ujarnya. Menurutnya, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu, namun saluran irigasi yang longsor mengancam sayap jembatan serta ratusan kolam dan persawahan warga kampung Kalianget serta kelurahan Jlamprang mengalami kekeringan. “Air dari saluran irigasi yang ambrol itu dimanfaatkan warga untuk perikanan dan mengairi sawah, kalau sampai mati, warga bisa rugi, maka perlu penanganan cepat,” katanya. Sementara itu, warga Kalianget yang mengandalkan saluran irigasi meminta ada upaya yang cepat untuk kembali mengalirkan air agar kolam dan persawahan di kampung Kalianget tidak mengalami kekeringan. “Kalau saluran dimatikan, ikan di kolam kita bisa mati semua, padahal ada ratusan kolam ikan milik warga,” ungkap Muhammad Tohir, warga kampung Kalianget. Menurutnya, tebing sungai yang ambrol tersebut karena tidak kuat menerima limpahan air dari saluran irigasi secara terus menerus. Di sisi lain, saluran irigasi juga mengalami pendangkalan serta sering mampet karena banyaknya sampah di sungai. Sedangkan Kasi Peralatan DPUPR Wonosobo Agus Waskita mengatakan, dari pantauan di lokasi longsor, material longsor berupa batu cadas yang menutup badan sungai harus segera disingkirkan, sebab bisa memicu tebing di sekitarnya kembali ambrol. “Kita harus bersihkan badan sungai dari material longsor, kalau sungai itu dibiarkan tertutup, maka akan mengancam sayap jembatan dan juga permukiman yang ada di dekat sungai,” katanya. Terkait dengan hal itu, dalam waktu dekat pihaknya akan mengerahkan alat berat untuk mengambil material longsor agar tidak menutup arus sungai. Sedangkan perbaikan saluran dan tebing akan dilakukan oleh bidang terkait. (gus)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: