Sigit Komitmen Zero Sampah Plastik

Sigit Komitmen Zero Sampah Plastik

Kota Magelang Raih Adipura 8 Kali MAGELANGEKSPRES.COM, MAGELANG SELATAN - Pemkot Magelang berkomitmen untuk mengurangi sampah plastik di wilayah setempat. Bahkan, Walikota Magelang, Sigit Widyonindito menginginkan agar ke depan plastik bisa ditiadakan. “Saya akan rumuskan kebijakan, supaya nanti sampah plastik bisa dikurangi, kalau bisa lebih baik lagi zero sampah plastik. Kita bisa gunakan plastik tapi dengan syarat itu merupakan daur ulang,” kata Sigit di sela Kirap Anugerah Adipura, Rabu (30/1). Dia juga meminta, raihan Anugerah Adipura yang ke-8 kali selama dirinya memimpin Kota Jasa ini, agar dijadikan komitmen bersama untuk mengurangi sampah plastik. Cara yang paling sederhana, kata Sigit, bisa dengan menolak menerima bungkus plastik atau tidak membelinya. “Kalau belanja bisa bawa tas sendiri dari rumah, bukan tas kresek lagi. Karena kita tahu kalau sampah plastik itu mengurainya sangat sulit. Butuh ratusan tahun,” ujarnya. Di Kota Magelang, lanjut Sigit, sudah diterapkan pengelolaan sampah dengan konsep 3R (Reuse, Reduce, Recycle) atau menggunakan kembali, mengurangi, dan mengolah kembali/daur ulang. Selain itu, ada juga bank sampah di setiap kelurahan, serta Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) yang fungsinya mengolah sampah agar menjadi lebih efektif. ”Ini semua merupakan wujud komitmen kita dalam mengelola sampah dan menjaga kebersihan lingkungan,” ungkapnya. Sigit mengaku bersyukur, tahun ini Kota Magelang kembali berhasil memperoleh anugerah Adipura ke-10 kalinya. Perolehan ini berkat kerja sama dan dukungan dari seluruh elemen masyarakat. “Tahun ini kita dapat mempertahankan supremasi Adipura, artinya kita berkomitmen menjaga lingkungan dan kebersihan sehingga kota Magelang menjadi sejuk, bersih, dan nyaman dihuni,” katanya. Seperti tahun-tahun sebelumnya, Piala Adipura yang baru saja diraih kembali dikirab keliling Kota Magelang. Sambutan meriah pun dilakukan warga dari semua kalangan di sepanjang jalan yang dilalui kirab. Hujan yang turun pun tak menyurutkan niat warga untuk menyambut kedatangan piala penghargaan tertinggi dari Kementerian Lingkungan Hidup ini. Rosiana, salah satu siswi SMP 13 Magelang mengaku memang antusias menyambut kirab piala yang didapat oleh Kota Magelang dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan pada tahun 2018 ini. Ia pun merasa bangga, kotanya dapat meraih kembali penghargaan di bidang lingkungan ini. “Saya tahunya dari guru. Sekolah mengimbau kita untuk berdiri di pinggir jalan guna menyambut piala Adipura. Senang sih rasanya dan bangga mendapat penghargaan ini. Artinya, Kota Magelang bersih,” ujarnya yang berdiri di sekitar ruas Jalan A Yani. Senada disampaikan Muti, salah satu guru SD Kedungsari 4 Magelang, bahwa pihaknya bangga kota di tempatnya mengabdi meraih Adipura lagi. Ia pun menyatakan siap menyambut kirab piala ini di pinggir jalan bersama para murid. “Sekolah mendapat surat dari dinas. Isinya, kalau punya grup drumband atau penampilan kesenian bisa ke pinggir jalan untuk memeriahkan kirab ini. Kami pun menyanggupi dan meminta anak-anak untuk menampilkan kesenian saat kirab melintasi sekolah,” katanya. Dalam kirab ini, Walikota Magelang, Sigit Widyonindito dan wakilnya Windarti Agustina turut berkeliling Kota Magelang mulai dari markas Armed 3 Sambung menuju Jalan A Yani sampai Alun-alun. Lalu dilanjut ke Jalan Pemuda, Jalan Jenderal Sudirman, dan berakhir di halaman kantor Walikota Magelang. Tidak hanya menaiki mobil dinas, Sigit juga menyempatkan diri berjalan kaki dan menyalami warga serta pelajar yang berdiri di pinggir jalan. Bahkan, tanpa lelah melayani masyarakat yang ingin berswafoto dengannya. Turut di belakangnya sejumlah pejabat dan para peserta kirab dari berbagai unsur. Utamanya para petugas kebersihan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) yang mengikuti kirab dengan mengendarai sepeda motor dan mobil sambil membawa alat-alat kebersihan. (wid)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: