Siswa SMAN 5 Purworejo Dibekali Ilmu Enterpreneur

Siswa SMAN 5 Purworejo Dibekali Ilmu Enterpreneur

MAGELANGEKSPRES.COM,PURWOREJO - Pengetahuan tentang enterpreneur dibenamkan kepada para siswa SMA Negeri 5 Purworejo. Harapannya, para siswa tersebut dapat hidup mandiri selepas lulus sekolah nantinya. Salah satu upaya tersebut nampak saat penerimaan laporan sekolah yang dilaksanakan Rabu (18/12). Lapak-lapak ala kafe memenuhi lapangan indoor SMAN 5 Purworejo. Kreativitas dituangkan anak-anak untuk mengemas tempat yang disediakan dengan apik. Dari semua lapak yang ada, anak memberikan papan menarik untuk menunjukkan menu yang disediakan. Sebagai pemanis kafe, di beberapa pojok dibuat spot swafoto yang bisa dimanfaatkan. Sajian tersebut menjadi bagian penilaian mata pelajaran seni budaya dan kewirausahaan. Siswa Kelas XII IPA1, Ari Makhfirotul Fauziyah mengatakan jika dirinya serius menyiapkan lapak dagangannya. Mulai dari penyiapan menu sampai kepada kemasan tempat. \"Orang akan tertarik datang kalau menu kita itu disukai. Selain itu kemasan warung juga perlu, karena orang juga pengen nyaman saat membeli,\" katanya. Menurutnya, dia sangat beruntung sekolah menentukan jenis boga sebagai mata pelajaran kewirausahaan. Dia melihat jika selepas sekolah tidak harus melanjutkan kuliah, namun memiliki skill wirausaha. \"Saya memang belum ada rencana melanjutkan kuliah. Rencananya memang mau jualan saja. Hal seperti ini yang akan saya pakai di rumah. Kebetulan letak rumah ada di pinggir jalan,\" kata gadis yang tinggal di Desa Banyuasin Kembaran, Kecamatan Loano ini. Kepala SMAN 5 Purworejo, Wicaksana Agus Purnomo mengungkapkan jika mapel kewirausahaan sudah diselenggarakan sekolahnya sejak 5 tahun terakhir. Pihaknya melihat jika pemilihan mata pelajaran untuk mendukung skill anak sangat membantu. Dia melihat jika tidak semua anak akan melanjutkan sekolah. Disisi lain, pengetahuan akan kuliner dari proses hingga pengemasannya bisa menjadi bekal bagi anak. \"Setidaknya jiwa wirausaha sudah tertatam pada mereka. Katakan yang sedang menunggu kuliah pun bisa melakukannya. Ataupun malah nanti sambil mereka kuliah juga bisa mengembangkan usahanya,\" tutur Wicaksana. Khusus dalam pameran seni budaya dan kewirausahaan itu digelar saat ada pembagian laporan pendidikan siswa. Ini diarahkan agar orang tua juga mengetahui kemampuan lebih yang dimiliki anak. \"Harapan kita orang tua akan memberikan suport bagi anak,\" tambahnya. Dijelaskan jika penyiapan pameran itu, anak memang dilatih mandiri dimana mereka mempersiapkan segala sesuatunya sendiri. Barang yang dipamerkan pun dijual atau tidak diberikan secara cuma-cuma. (luk)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: