Terendam, Petani Tambak Merugi

Terendam, Petani Tambak Merugi

MAGELANGEKSPRES.COM,BANJIR yang melanda Dukuh Sidmulyo Desa Pesantren Kecamatan Ulujami merendam ratusan hektar tambah bandeng. Akibatnya, petani tambak mengalami kerugian yang tidak sedikit. Kepala Desa Pesantren Kecamatan Ulujami Nurohim menyatakan, di Desa Pesantren ada sekitar 400 hektar tambak ikan bandeng terendam, sehingga ikannya bubar atau keluar dari tambak. \"Kalau ditaksir kerugiannya antar 40 - 59 persen,\" ujarnya kepada Radar, Minggu (23/2). Dia merinci, kerugian per hektar diperkirakan mencapai Rp. 10 juta, sehingga jika dikalikan 400 hektar mencapai Rp. 4 miliar. Tambak-tambak itu sebagian besar berada di pesisir Dukuh Sudomulyo Kecamatan Ulujami. \"Kalau yang udang vaname tidak kebanjiran, karena posisinya lebih tinggi,\" kata Nurohim Umur ikan bandeng, lanjutnya, berkisar antara 5 - 6 bulan. Untuk ikan yang sudah berumur, para pemilik tambak segera menjualnya, daripada nanti terkena banjir lagi. Namun bagi ikan yang masih kecil terpaksa harus dipeihara sampai besar. \"Minimal sudah laku di pasaran,\" terangnya. Menurutnya, walaupun 400 hektar tambak bandeng teekena banjir dan petanibtambak merugi, banjir tahun ini termasuk masih lumayan. Dibanding beberapa tahun sebelumnya yang telah menghilangkan ratusan hektar tambak milik petani tambak. Bahkan tidak hanya tambak bandebg saja yang terkena banjir, tetapi tambak vaname juga banjir dan udangnya banyak yang mati. \"Itu sekitar tahun 2013 lalu,\" pungkasnya (rid)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: