Dampak Resesi Ekonomi Sudah Terasa di Temanggung

Dampak Resesi Ekonomi Sudah Terasa di Temanggung

AKIVITAS. Salah satu pekerja sedang beraktivitas di salah satu pabrik di Temanggung.(foto:setyo wuwuh/temanggung ekspres)--Magelangekspres.com

TEMANGGUNG, MAGELANGEKSPRES.DISWAY.ID - Tidak hanya di kota-kota besar atau kota industri saja, dampak resesi ekonomi global kini juga mulai dirasakan di Kabupaten Temanggung. Bahkan akibat dari resesi ekonomi global ini sudah merumahkan 1.456 tenaga kerja.

Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Temanggung Andoyo mengatakan, kondisi perekonomian akibat dari resesi ekonomi global ini sangat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat, tidak terkecuali kalangan perusahaan.

"Dampaknya sangat terasa di masyarakat, daya beli masyarakat yang menurun dan masih banyak lagi," katanya usai paripurna awal pekan, kemarin.

Bahkan katanya, akibat dari resesi ekonomi global di tahun 2022 ini telah terjadi pemutusan hubungan kerja (PHK) pada sejumlah 1.456 orang tenaga kerja.

Dikatakan, ribuan tenaga kerja yang kini sudah dirumahkan oleh perusahaan mereka bekerja ini, berasal dari sejumlah perusahaan swasta dan pabrik di Temanggung.

"Sebagian besar perusahaan swasta dan pabrik di Temanggung bergerak di bidang perkayuan, jadi ketika di negara tujuan ekspor mengalami resesi ekonomi global, maka dampaknya sampai ke Temanggung," jelasnya.

Oleh karena itu lanjut Andoyo, pihaknya mendorong Pemerintah Kabupaten Temanggung untuk mengoptimalkan peran CSR dan Forum BUMD diarahkan untuk pemberian pendidikan dan pelatihan keterampilan kerja serta perluasan kesempatan kerja.

Tidak hanya itu, Pemerintah Kabupaten Temanggung mendapatkan anggaran dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) apabila aturan regulasinya memungkinkan, anggaran ini sebagian dialokasikan untuk membantu penanganan korban PHK.

"Fraksi Gerindra mengusulkan agar dana tersebut digunakan untuk penanganan korban PHK," harapnya.

Senada juga disampaikan ketua Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Titik WInarni. Menurutnya, sampai bulan November tahun ini, telah terjadi PHK  sebanyak 1.452 dari berbagai perusahaan di Kabupaten Temanggung.

Ia mengatakan, PHK yang terjadi ini juga akan berpengaruh pada perputaran perekonomian di Temanggung.

"Yang merasakan dampaknya langsung memang pekerja yang di PHK, namun dampak luasnya juga akan dirasakan oleh masyarakat," katanya.

Fraksi PDI Perjuangan berharap Bupati melalui dinas terkait, memberikan fasilitasi bursa kerja bagi masyarakat, sehingga ada kesempatan kembali untuk bekerja.

"Pemerintah bisa menyusun langkah-langkah strategis, sehingga dampak dari resesi ekonomi global dan PHK ini tidak berlarut-larut, sehingga perekonomian di Temanggung bisa stabil," katanya. (set)

Sumber: magelangekspres.com