Amalan Tergantung pada Akhirnya, Tutuplah 10 Hari Akhir Ramadhan dengan Amal Kebaikan!

Amalan Tergantung pada Akhirnya, Tutuplah 10 Hari Akhir Ramadhan dengan Amal Kebaikan!

Amalan Tergantung pada Akhirnya, Tutuplah 10 Hari Akhir Ramadhan dengan Amal Kebaikan!--

MAGELANG EKPSRES-Dua pertiga Ramadhan sudah berlalu dan kini sudah memasuki sepertiga terakhir Ramadhan. Sungguh bulan Ramadhan begitu cepat dan tak lama lagi akan meninggalkan kita.

Salafus shalih dan orang-orang shaleh saat ini merasa kehilangan dengan berlalunya bulan Ramadhan. Apalagi mereka sudah mengamalkan amal-amal shaleh yang sudah disiapkan jauh sebelumnya.

Lalu bagaimana dengan kita? Semoga kita bisa menjadi seperti mereka dengan senantiasa dalam ketaatan selama Ramadhan.

Kalau pun dalam dua pertiga Ramadhan belum bisa secara maksimal dalam menjalankan ketaatan pada Allah Ta’ala. Bahkan masih dikotori dengan maksiat dan perbuatan dosa maka bertaubatlah! Jangan putus asa! Masih ada waktu untuk menambal kekurangan di waktu akhir Ramadhan yang tersisa.

BACA JUGA:Renungan di Akhir Ramadhan, Apakah Amalan Kita Diterima di Sisi Allah?

Jangan sia-siakan akhir Ramadhan. Keluarkan seluruh kemampuan dan tenaga kita untuk meraih berkah dan ampunan dari Allah Ta’ala.

Dalam sebuah hadis disebutkan,

وَإِنَّمَا الأَعْمَالُ بِالْخَوَاتِيمِ

“Sesungguhnya setiap amalan tergantung pada akhirnya.” (HR. Bukhari, no. 6607)

Amalan yang dimaksud di  hadis tersebut adalah amalan shalih, bisa juga amalan jelek. Yang dimaksud ‘bil khawatim’ adalah amalan yang dilakukan di akhir umurnya atau akhir hayatnya.

Az-Zarqani dalam Syarh Al-Muwatha’ menyatakan bahwa amalan akhir manusia itulah yang jadi penentu dan atas amalan itulah akan dibalas. Siapa yang beramal jelek lalu beralih beramal baik, maka ia dinilai sebagai orang yang bertaubat. Sebaliknya, siapa yang berpindah dari iman menjadi kufur, maka ia dianggap murtad.

Bisa jadi pula seseorang beramal seperti amalan penduduk neraka. Namun dalam batinnya, masih ada benih kebaikan. Ternyata benih kebaikan tersebut tumbuh pesat di akhir hidupnya, hingga ia meraih husnul khatimah.

Jangan Terkagum dengan Amalan Kita

Bagi yang senantiasa menjaga ketaatan dari awal Ramadhan,  jangan terkagum pada amalan kita saat ini. Karena akhir hayat itulah penentunya, apakah benar kita bisa istiqamah.

Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

« لاَ عَلَيْكُمْ أَنْ لاَ تُعْجَبُوا بِأَحَدٍ حَتَّى تَنْظُرُوا بِمَ يُخْتَمُ لَهُ فَإِنَّ الْعَامِلَ يَعْمَلُ زَمَاناً مِنْ عُمْرِهِ أَوْ بُرْهَةً مِنْ دَهْرِهِ بِعَمَلٍ صَالِحٍ لَوْ مَاتَ عَلَيْهِ دَخَلَ الْجَنَّةَ ثُمَّ يَتَحَوَّلُ فَيَعْمَلُ عَمَلاً سَيِّئاً وَإِنَّ الْعَبْدَ لِيَعْمَلُ الْبُرْهَةَ مِنْ دَهْرِهِ بِعَمَلٍ سَيِّئٍ لَوْ مَاتَ عَلَيْهِ دَخَلَ النَّارَ ثُمَّ يَتَحَوَّلُ فَيَعْمَلُ عَمَلاً صَالِحاً وَإِذَا أَرَادَ اللَّهُ بِعَبْدٍ خَيْراً اسْتَعْمَلَهُ قَبْلَ مَوْتِهِ ». قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَكَيْفَ يَسْتَعْمِلُهُ قَالَ « يُوَفِّقُهُ لِعَمَلٍ صَالِحٍ ثُمَّ يَقْبِضُهُ عَلَيْهِ »

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: