Sekolah Negeri di Kota Magelang Harus Berbenah, Cegah Krisis Murid dan Mergerisasi

Sekolah Negeri di Kota Magelang Harus Berbenah, Cegah Krisis Murid dan Mergerisasi

INOVATIF. Siswa SD Negeri 3 Kedungsari melaksanakan program Sadar Aktif berupa salat Dhuha berjamaah, sebagai salah satu inovasi di sekolah tersebut guna menyematkan pendidikan berakarakter-DOKUMEN-MAGELANG EKSPRES

MAGELANG, MAGELANGEKSPRES.ID - Krisis murid sekolah dasar (SD) negeri di Kota Magelang kian mengkhawatirkan.

Sejak 2018, puluhan SD negeri mengalami penurunan drastis jumlah siswa.

Bahkan, ada yang hanya menerima satu murid dalam setahun ajaran baru.

BACA JUGA:SD Negeri Tidar 1 Magelang, Ciptakan PROFIT Angkat Gizi Siswa dengan Bekal Protein

Berdasarkan dokumen berita Magelang Ekspres, SDN Gelangan 7 pernah hanya menerima satu siswa baru pada 2021.

Kemudian, SDN Wates 3 mengalami hal serupa.

Sementara SDN Rejowinangun Utara 2 dan 3 serta beberapa lainnya, hanya terisi belasan siswa per rombel, jauh dari batas ideal.

BACA JUGA:SMPN 3 Magelang Kenalkan Pramuka Blok bagi Siswa Baru

Ketua Komisi C DPRD Kota Magelang, Narisqa menyebut fenomena ini sebagai sinyal darurat.

Ia meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) segera mengambil langkah taktis.

"Kalau dibiarkan, akan banyak SD negeri tutup karena kehabisan murid. Ini bukan sekadar soal zonasi, tapi juga soal kepercayaan orang tua," kata Narisqa, Kamis, 24 Juli 2025.

BACA JUGA:Untidar Magelang Terima 2.301 Mahasiswa Baru Jalur SNBT, Siapkan 4 Jalur Mandiri

Ia menyebut merger atau regruping sekolah hanya solusi jangka pendek.

Yang pasti menurutnya, setiap SD harus berani berubah.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: magelang ekspres

Berita Terkait