Program Literasi Tidar Kota Magelang, Layanan Inklusif untuk Disabilitas di Perpustakaan

Program Literasi Tidar Kota Magelang, Layanan Inklusif untuk Disabilitas di Perpustakaan

Kepala Bidang Penyelenggaraan Perpustakaan Disperpusip Kota Magelang Dhani Rusman mendampingi pengguna layanan komputer bicara di Perpustakaan Kota Magelang.-ISTIMEWA-MAGELANG EKSPRES

MAGELANG, MAGELANGEKSPRES.ID - Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disperpusip) Kota Magelang meluncurkan Program Literasi “Tidar” sebagai layanan inklusif bagi penyandang disabilitas.

Tidar merupakan kepanjangan dari Tempat Literasi Inklusif untuk Disabilitas yang Aman dan Ramah.

Program ini sekaligus menjadi Rancangan Aksi Perubahan Kinerja Organisasi dari Kepala Bidang Penyelenggaraan Perpustakaan Disperpusip Kota Magelang, Dhani Rusman.

BACA JUGA:Penulis Ternama JS Khairen, Berbagi Tips di Hari Kunjung Perpustakaan Kota Magelang

Peresmian Literasi Tidar dilakukan pada 18 September 2025 oleh Kepala Pusat Pengembangan Perpustakaan Sekolah/Madrasah dan Perguruan Tinggi Perpustakaan Nasional RI, Dr Taufiq A Gani.

Kehadiran program yang digagas oleh Disperpusip Kota Magelang ini menandai upaya serius pemerintah untuk membuka ruang pengetahuan yang setara bagi penyandang disabilitas.

Literasi Tidar dirancang sebagai jawaban atas kebutuhan layanan literasi yang lebih ramah bagi semua warga.

BACA JUGA:Perpustakaan UNIMMA Raih Juara 3 ALIA 2025 Tingkat Jawa Tengah

Tidak hanya menyediakan koleksi bacaan berhuruf braille, layanan ini juga menghadirkan perangkat lunak pembaca layar komputer, JAWS (Job Access With Speech), yang memungkinkan penyandang tunanetra dan orang dengan gangguan penglihatan mengakses teknologi digital.

"Literasi tidak boleh berhenti pada teks dan simbol, tetapi harus hadir dalam berbagai bentuk yang bisa diakses semua orang. Inilah semangat Literasi Tidar," kata Dhani Rusman.

Selain akses teknologi, program ini juga menyiapkan ruang belajar bersama.

BACA JUGA:Kemeriahan Pesta Literasi Indonesia 2025 Dipusatkan di Kota Magelang

Ada pelatihan bahasa isyarat untuk penyandang gangguan pendengaran serta kursus huruf braille yang terbuka bukan hanya bagi penyandang disabilitas, melainkan juga bagi masyarakat umum yang ingin memahami dan mempraktikkannya.

Pada tahap awal, kegiatan didukung relawan dari perguruan tinggi dan tenaga pendidik Sekolah Luar Biasa Negeri Kota Magelang.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: magelang ekspres

Berita Terkait