'Bata Kingdom' Temanggung: Inovasi Batu Bata Tempel yang Tembus Pasar Luar Daerah

'Bata Kingdom' Temanggung: Inovasi Batu Bata Tempel yang Tembus Pasar Luar Daerah

KUNJUNGI. Bupati Temanggung Agus Setyawan mengunjungi pabrik batu bata king doom kemarin. -SETYO WUWUH-TEMANGGUNG EKSPRES

TEMANGGUNG, MAGELANGEKSPRES.ID Berbeda dengan pengrajin batu bata pada umumnya, “Bata Kingdom” di Desa Kebumen, Kecamatan Pringsurat, Kabupaten Temanggung, mempunyai inovasi tersendiri dalam memproduksi batu bata yaitu batu bata tempel.

Batu bata modifikasi yang dihasilkan sendiri, ternyata banyak diminati konsumen dan menembus pangsa pasar luar daerah.

Selain kualitas, kerapian produk serta proses pemanasan bahan tanah liat yang maksimal menjadi faktor utama produk tersebut bisa dibilang unggul.

BACA JUGA:Temanggung Borong Dua Penghargaan IDEA Jateng 2025, Inovasi GAMPIL & JEMPOL BOSS Jadi Andalan

Bahkan, keunggulan produk batu bata tempel itu juga mendapatkan pengakuan langsung dari Bupati Temanggung, Agus Setyawan, saat dirinya tengah mengunjungi lokasi Bata Kingdom.

Menurutnya, kualitas produk modifikasi yang dihasilkan tersebut, juga ditunjang dengan identitas alias branding, yang memudahkan proses pemasaran.

“Selain modifikasi barang dengan sentuhan inovasi dan kreatifitas, produk batu bata tempel yang dihasilkan juga ditunjang dengan branding atau identitas merk yang menarik, “Bata Kingdom”. Jelas ini mendorong pemasaran secara maksimal,” bebernya.

BACA JUGA:Inovasi Mahasiswa KKN UNTIDAR Ubah Sampah Plastik Jadi Ecobrick, Hasilkan Karya Estetik di Desa Jurang

Tak berhenti sampai di situ saja, orang nomor satu di Temanggung yang akrab disapa Agus Gondrong itu juga sangat mengapresiasi terwujudnya sistem usaha padat karya secara nyata dari lokasi usaha tersebut.

Alasannya, Bata Kingdom mampu menyerap tenaga kerja yang tak lain merupakan warga masyarakat lokal setempat hingga mencapai sekitar 40 orang.

Bahkan, sang pemilik usaha mampu mengkolaborasikan beragam potensi lain dengan baik, mengingat proses produksi batu bata tempel juga menggunakan pelatan milik Bumdes dengan sistem sewa.

BACA JUGA:Pasar Tradisional di Temanggung Dibangkitkan Lewat Inovasi dan Digitalisasi

BACA JUGA:Pasangan Ini Menikah di Rumah Dinas Bupati Temanggung, Dapat Fasilitas Gratis dan Disaksikan Langsung Agus Gon

“Inisiasi pribadi melalui pemberdayaan warga lokal sebagai pekerja seperti ini, jelas merupakan kolaborasi yang baik untuk meningkatkan taraf perekonomian dan kesejahteraan lingkungan sekitar. Sistem ini bisa jadi inspirasi bagi desa-desa lain di Temanggung,” tukasnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: temanggung ekspres

Berita Terkait