Angka Kemiskinan di Temanggung Turun 0,9 Persen, di Bawah Rata-Rata Nasional
Ilustrasi. Angka Kemiskinan di Temanggung turun 0,9 Persen, di bawah rata-rata nasional-temanggungkab.go.id-TEMANGGUNG EKSPRES
TEMANGGUNG, MAGELANGEKSPRES.ID - Pemerintah Kabupaten Temanggung terus berupaya menekan angka kemiskinan di daerah tersebut.
Upaya pengentasan kemiskinan tidak hanya menyasar orang per orang, tapi juga mengoptimalkan berbagai intervensi.
Termasuk untuk mengurangi pengeluaran, maupun meningkatkan pendapatan masyarakat.
BACA JUGA: Langkah Strategis Pemkab Temanggung Turunkan Angka Kemiskinan
"Sasarannya tidak hanya masyarakat kurang mampu saja, namun juga meningkatkan perekonomian daerah, dengan demikian kesejahteraan masyarakat bisa semakin terwujud, dan efeknya angka kemiskinan akan semakin menurun," kata Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappeda) Kabupaten Temanggung, Hendra Sumaryana, Selasa 21 Oktober 2025.
Menurutnya, upaya penurunan angka kemiskinan tidak hanya langsung diberikan kepada warga kurang mampu, namun juga dilakukan dengan berbagai cara dan langkah lainnya seperti penyediaan akses transportasi dan pelayanan publik.
Sebab katanya, garis kemiskinan ini berkaitan erat dengan tingkat pengangguran, ketersediaan sarana prasarana dasar, serta daya beli masyarakat.
Ia menjelaskan, sejauh ini pemerintah sudah menempuh langkah-langkah untuk menekan angka kemiskinan yakni dengan memberikan bantuan sosial melalui Dinas Sosial, program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yang dibiayai dari APBN, APBD Provinsi, APBD Kabupaten, hingga CSR perusahaan.
"Pada triwulan kedua year on year (yoy) angka kemiskinan di Kabupaten Temanggung menunjukkan tren positif, atau turun hingga 0,9 persen," jelasnya.
Ia menyampaikan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2025, tingkat kemiskinan di Kabupaten Temanggung turun dari 8,67 persen pada 2024 menjadi 7,78 persen.
Penurunan ini menjadikan Temanggung sebagai salah satu kabupaten dengan tingkat kemiskinan rendah di Jawa Tengah.
Ia menjelaskan, angka tersebut juga berada di bawah rata-rata nasional 8,47 persen, maupun rata-rata Jawa Tengah 9,48 persen.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: temanggung ekspres