Petani Tembakau Temanggung Berharap Pabrikan Rokok Tetap Serap Hasil Panen Hingga Akhir Musim

Petani Tembakau Temanggung Berharap Pabrikan Rokok Tetap Serap Hasil Panen Hingga Akhir Musim

ANTRE. Sejumlah mobil dengan muatan tembakau kering antre di depan salah satu gudang tembakau di Temanggung.-SETYO WUWUH-TEMANGGUNG EKSPRES

TEMANGGUNG, MAGELANGEKSPRES.ID Harapan besar tengah disuarakan para petani tembakau di lereng Gunung Sindoro dan Sumbing, Kabupaten Temanggung.

Mereka berharap perwakilan pabrikan rokok masih terus melakukan pembelian hasil panen hingga akhir musim, dengan harga yang dianggap wajar, minimal Rp75.000 per kilogram.

“Harapan kami, pembelian bisa terus dilakukan sampai akhir panen raya. Ini sudah masuk petikan terakhir,” ujar Sumarsono (56), petani asal Kecamatan Tlogomulyo, Kamis (23/10/2025).

BACA JUGA:BPKPAD Temanggung Optimistis Capaian PBB Tembus 90 Persen Akhir Oktober 2025, Panen Tembakau Jadi Faktor Kunci

Menurutnya, pola panen tembakau di lereng Gunung Sumbing berbeda dengan wilayah lain seperti lereng Gunung Prau.

Petani di kawasan Sumbing baru memanen antara September hingga akhir Oktober.

Karena itu, sebagian petani masih sibuk mengolah daun tembakau meski cuaca kerap tak menentu.

BACA JUGA:10 Tahun Terpuruk, Petani Tembakau Temanggung Harap Keputusan Tak Naikkan Cukai Rokok Bisa Pulihkan Ekonomi

“Masih ada tembakau yang bagus kualitasnya. Kami sudah berupaya meningkatkan mutu dengan menanam varietas kemloko, pengolahan juga mengikuti standar pabrikan — tidak dicampur tembakau luar daerah, apalagi dengan gula,” jelasnya.

Dengan peningkatan kualitas itu, Sumarsono berharap pihak pabrikan tetap membeli tembakau petani Temanggung hingga tuntas, agar mereka tidak merugi.

Harapan serupa disampaikan Wahyu Suroto (49), petani dari Kecamatan Kledung. Ia mengatakan, panen tahun ini sudah memasuki tahap akhir.

BACA JUGA:Tembakau, Nafas Ekonomi Temanggung: Ribuan Warga Gantungkan Hidup dari Lereng Sindoro-Sumbing

BACA JUGA:Gus Romzi Ajak Santri Jadi Kreator: 'Jangan Takut Bikin Konten, Jelaskan Tradisi Pesantren!'

Namun, harga masih menjadi kekhawatiran utama para petani.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: temanggung ekspres

Berita Terkait