Ngabuburit Bermanfaat! Puluhan Santri Antusias Ngaji Kitab Kuning di Ponpes Almusthofa Tebuireng 16
NGAJI. Sejumlah santri sedang serius ngaji kitab kuning di Pondok Pesantren Tahfidz Almusthofa Tebuireng 16, Wadas, Kandangan, -SETYO WUWUH-TEMANGGUNG EKSPRES
TEMANGGUNG, MAGELANGEKSPRES.ID – Puluhan santri dan santriwati di Pondok Pesantren Tahfidz Almusthofa Tebuireng 16, Wadas, Kandangan, Temanggung, mengikuti program "Ngabuburit Ngaji Kitab Kuning" selama bulan Ramadhan.
Kegiatan ini bertujuan memperdalam ilmu adab dan tasawuf sekaligus mengisi waktu menjelang berbuka dengan aktivitas yang bermanfaat.
Setiap sore setelah salat Ashar, para santri dibagi menjadi dua kelompok.
BACA JUGA:Hari Santri, Momentum Ajak Santri Temanggung Partisipasi Pilkada
Santri kelas ula mengaji kitab Arbain Nawawi, sementara kelas wustho dan ulya mendalami kitab Nashoihul Ibad.
Menurut pengasuh pesantren, KH. Ahmad Yani, metode pengajian yang digunakan adalah metode "kilatan," yaitu mengkhatamkan satu kitab dalam satu bulan.
“Kegiatan ini bertujuan agar para santri semakin memahami ilmu agama, khususnya adab dan tasawuf. Selain itu, ngabuburit dengan mengaji juga membantu mereka agar tidak merasa jenuh menunggu waktu berbuka. Penyampaian materi juga diselingi dengan guyonan khas pesantren agar suasana tetap rileks dan tidak membosankan,” jelas KH. Ahmad Yani, Senin, 10 Maret 2025.
BACA JUGA:Santri di Temanggung Gelar Peringatan Hari Bumi, Bersihkan Sungai dan Tebar Ribuan Benih Ikan
Kitab Arbain Nawawi merupakan kumpulan 42 hadis pilihan Imam Nawawi yang membahas berbagai aspek kehidupan, seperti jihad, zuhud, nasihat, adab, dan niat yang baik.
Sementara itu, Nashoihul Ibad berisi kumpulan nasihat dari Syekh Nawawi al-Bantani yang bersumber dari Al-Qur’an, hadis, serta perkataan para sahabat dan ulama.
Kitab ini memberikan panduan tentang bagaimana menjalani kehidupan dengan bijaksana dan penuh kebaikan.
BACA JUGA:Santri Ponpes Al Musthofa Tebu Ireng di Temanggung Upacara Bendera Pakai Sarung
Alvin Khandziq, salah satu santri asal Gemawang, mengaku senang mengikuti pengajian ini.
“Saya merasa senang karena bisa menambah ilmu agama sekaligus menjalankan ibadah puasa tanpa terasa bosan. Selesai ngaji, sebentar lagi sudah berbuka puasa,” ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: temanggung ekpsres