Warga Binaan Rutan Temanggung Dibekali Pelatihan Barista, Siap Bersaing di Dunia Kerja Usai Bebas

Warga Binaan Rutan Temanggung Dibekali Pelatihan Barista, Siap Bersaing di Dunia Kerja Usai Bebas

Warga binaan di Rutan Kelas IIB Temanggung mengikuti pelatihan yang digelar rutan setempat.-Setyo Wuwuh-Magelang Ekspres

TEMANGGUNG, MAGELANGEKSPRES.IDWarga binaan di Rutan Kelas IIB Temanggung mengikuti pelatihan barista atau peracik kopi sebagai salah satu upaya pembinaan kemandirian.

Pelatihan ini diharapkan menjadi bekal keterampilan bagi warga binaan saat kembali berbaur dengan masyarakat setelah menyelesaikan masa pidana.

Kepala Rutan Kelas IIB Temanggung, Hendra Prastya Nugraha, mengatakan pelatihan tersebut merupakan bagian dari peningkatan sumber daya manusia (SDM), sekaligus mempersiapkan warga binaan menghadapi dunia kerja setelah bebas.

Menurutnya, pelatihan ini merupakan bentuk pembinaan yang berorientasi pada pemberdayaan, sehingga warga binaan memiliki kompetensi yang dapat dimanfaatkan untuk membangun kehidupan yang lebih mandiri dan produktif.

BACA JUGA:Barista: Upah yang Tak Seindah Senyumnya

Dalam pelatihan tersebut, peserta memperoleh materi sekaligus praktik teknik meracik berbagai jenis minuman kopi, mulai dari espresso, latte art, hingga aneka minuman berbasis susu dengan berbagai varian rasa.

"Pelatihan barista ini tujuannya untuk menjadi bekal nantinya bagi warga binaan kami. Ketika nanti mereka bebas, mereka punya keterampilan dan keahlian yang kami bekali dari Rutan Temanggung. Ini nantinya bisa bermanfaat ketika mereka kembali ke masyarakat setelah bebas," katanya.

Selain kemampuan teknis, pelatihan juga membekali peserta dengan pengetahuan mengenai manajemen kafe, pelayanan pelanggan, serta standar operasional dalam menjalankan usaha kedai kopi.

Sebagai bentuk pengakuan atas keterampilan yang diperoleh, seluruh peserta yang menyelesaikan pelatihan menerima sertifikat.

BACA JUGA:Dindukcapil Temanggung Jemput Bola di Rutan, 170 Warga Binaan Diverifikasi dan Direkam e-KTP

Sertifikat tersebut diharapkan dapat menjadi nilai tambah saat melamar pekerjaan di industri kopi maupun kuliner.

Salah seorang warga binaan, Denis Bastian, mengaku senang dapat mengikuti pelatihan tersebut.

Menurutnya, pelatihan ini memberikan pengalaman sekaligus keterampilan baru yang bermanfaat sebagai bekal setelah bebas nanti.

Ia berharap ilmu yang diperoleh, mulai dari teknik meracik kopi hingga pelayanan pelanggan, dapat menjadi modal untuk bekerja di industri kopi atau bahkan membuka usaha sendiri sehingga mampu membangun kehidupan yang lebih mandiri.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: