Kemarau Panjang 2026, Dua Wilayah Sungai di Temanggung Berpotensi Alami Penurunan Debit Air
Kepala BPBD Temanggung Totok Nursetyanto -Setyo Wuwuh-Magelang Ekspres
TEMANGGUNG, MAGELANGEKSPRES.ID – Dua wilayah sungai (WS) di Kabupaten Temanggung diperkirakan terdampak kemarau panjang yang terjadi pada 2026.
Kondisi tersebut berpotensi menyebabkan penurunan debit air selama musim kemarau.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Temanggung, Totok Nursetyanto, mengatakan kondisi itu berdasarkan peringatan dini dari Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (Ditjen SDA) Kementerian Pekerjaan Umum.
Berdasarkan hasil analisis Ditjen SDA, terdapat dua wilayah sungai di Kabupaten Temanggung yang perlu mendapat perhatian, yakni WS Bodri-Kuto dan WS Progo-Opak-Serang.
BACA JUGA:Musim Kemarau 2026 Diprediksi Lebih Panjang, Purworejo Siaga Karhutla
Pada WS Bodri-Kuto, Desa Tlogopucang, Kecamatan Kandangan, berstatus Tinggi. Sementara pada WS Progo-Opak-Serang, Desa Losari, Kecamatan Tlogomulyo, berstatus Sangat Tinggi.
Totok menegaskan, status tersebut menunjukkan potensi penurunan ketersediaan air berdasarkan kondisi hidrologi di masing-masing wilayah sungai.
Namun, status Tinggi maupun Sangat Tinggi merupakan peringatan dini dan bukan berarti wilayah tersebut telah mengalami bencana kekeringan.
"Baru peringatan dini, belum ada dampak yang signifikan," katanya, Kamis (30/7).
BACA JUGA:Kemarau 2026, BPBD Temanggung Salurkan Bantuan Air Bersih ke Desa Gentan
Karena itu, BPBD Kabupaten Temanggung mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kekeringan hidrologis selama musim kemarau.
Masyarakat juga diminta menggunakan air secara bijak dan segera melaporkan kepada pemerintah desa atau BPBD apabila mulai mengalami kesulitan memperoleh air bersih.
"Harus lebih bijak dalam menggunakan air, apalagi di tengah kondisi seperti saat ini. Air harus dimanfaatkan dengan baik sesuai dengan kebutuhan," pesannya.
BACA JUGA:Kemarau hingga Oktober, Petani Magelang Diminta Tanam Varietas Genjah
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: