BPBD Temanggung Latih Tanggap Darurat di SMK Dr. Sutomo, Perkuat Budaya Siaga Bencana Sekolah
Siswa SMK Dr Sutomo serius mengikuti jalannya pelatihan di sekolah setempat.-Setyo Wuwuh-Magelang Ekspres
TEMANGGUNG, MAGELANGEKSPRES.ID – Upaya membangun budaya siaga bencana di lingkungan pendidikan terus dilakukan.
Salah satunya melalui Sosialisasi dan Pelatihan Tanggap Darurat yang digelar di Bengkel Teaching Factory (TEFA) SMK Dr. Sutomo Temanggung.
Kepala BPBD Temanggung, Totok Nursetyanto, mengatakan kegiatan tersebut diikuti oleh warga sekolah sebagai bekal menghadapi berbagai situasi darurat yang berpotensi terjadi di lingkungan pendidikan.
Menurutnya, dalam pelatihan tersebut peserta memperoleh pemahaman mengenai langkah-langkah yang harus dilakukan saat menghadapi kondisi darurat.
"Materi yang disampaikan meliputi pengenalan potensi bencana, tindakan penyelamatan diri, prosedur evakuasi, hingga pentingnya koordinasi agar penanganan keadaan darurat dapat berlangsung cepat dan tepat," jelasnya, Rabu (5/8).
Ia menjelaskan, sekolah merupakan salah satu tempat yang perlu memiliki kesiapsiagaan tinggi karena berpotensi menghadapi berbagai risiko, baik yang disebabkan oleh bencana alam maupun kejadian lain selama proses belajar mengajar.
Karena itu, pengetahuan mengenai prosedur keselamatan menjadi bekal penting bagi siswa, guru, dan seluruh warga sekolah.
Selain penyampaian materi, pelatihan ini juga bertujuan membangun kesiapan peserta agar mampu menerapkan langkah-langkah keselamatan secara benar saat menghadapi situasi darurat.
Latihan yang dilakukan secara berkala diharapkan dapat meningkatkan kemampuan respons sekaligus mengurangi kepanikan ketika terjadi bencana atau keadaan darurat yang sebenarnya.
BACA JUGA:Ahmad Luthfi Pastikan Kepala Daerah se-Jawa Tengah Siap Siaga Bencana Selama Nataru
Totok mengajak seluruh satuan pendidikan untuk terus mengembangkan budaya keselamatan melalui edukasi kebencanaan dan pelaksanaan latihan tanggap darurat secara rutin.
Menurutnya, kesiapsiagaan dapat diwujudkan dengan memahami potensi risiko, mengenali jalur evakuasi, menentukan titik kumpul, serta membiasakan simulasi sebagai bagian dari aktivitas di lingkungan sekolah.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: