Anggaran Harus Bermanfaat, DPRD Temanggung Soroti Rancangan APBD 2020
MAGELANGEKSPRES.COM,TEMANGGUNG – Sejumlah fraksi di DPRD Temanggung menyoroti tentang Rancangan Pendapatan Anggaran Belanja Daerah (RAPBD) tahun 2020 pada sidang paripurna yang digelar di Ruang Sidang Gedung DPRD setempat, Senin (28/10). Pemerintah diminta agar lebih proaktif dalam menghasilkan dan mengelola sumber-sumber pendapatan. Sekretaris Fraksi PAN Berkeadilan Bejo Tursiyam saat menyampaikan pendapat umum pada sidang tersebut mengatakan, pemerintah tidak hanya sekedar membelanjakan dan menghabiskan anggaran yang sudah disusun, namun anggaran yang ada harus benar-benar dimanfaatkan sesuai dengan peruntukannya. “Anggaran yang ada harus digunakan sebagimana mestinya, output dari anggaran iu juga harus jelas,” pintanya. Ia mengatakan, pemerintah ke depan harus lebih jeli dalam memilih sumber-sumber pendapatan alternatif serta inovatif dengan mengoptimalkan potensi ekonomi yang ada secara efektif dan efisien. “Anggaran APBD Tahun Anggaran 2020 ini sangat penting kiranya mendukung kegiatan-kegiatan pengembangan ekonomi masyarakat,” kata Bejo pada Sidang Paripurna DPRD dengan agenda membahas RAPBD. Baca Juga Puluhan Hektar Hutan Terbakar, Lereng Selatan Gunung Sumbing Kembali Membara Perlunya kegiatan-kegiatan yang terkait dengan pelatihan keterampilan ekonomi, pengembangan produk lokal berbasis daerah, sehingga diharapkan muncul produk-produk lokal yang dapat dipasarkan ke luar daerah Temanggung atau bahkan pasar luar negeri. Sementara itu Juru bicara Fraksi Nusantara Siti Margolestari mengatakan, perlu optimalisasi dalam menggali dan memanfaatkan potensi-potensi untuk pendapatan daerah, sehingga pembangunan berjalan baik untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat. Bupati Temanggung Al Khadziq mengatakan keuangan Kabupaten Temanggung pada 2020 dianggarkan defisit Rp44 miliar, karena rencana belanja lebih besar dibanding pendapatan. Defisit itu direncanakan ditutup dari pembiayaan netto. Dikatakan anggaran pendapatan daerah pada tahun 2020 sebesar Rp1,91 triliun, dengan perincian Pendapatan Asli Daerah Rp261 miliar (13,66 persen), Dana Perimbangan Rp1,18 triliun (61,84 persen), dan lain-lain pendapatan daerah yang sah Rp469 miliar (24,50 persen). Sedangkan anggaran belanja Rp1,95 triliun, dengan perincian belanja tidak langsung Rp1,24 trilun dan belanja langsung Rp713 miliar. Pembiayaan daerah dianggarkan sebesar Rp74 miliar yang bersumber Silpa tahun sebelumnya Rp59 miliar dan penerimaan retensi Rp15 miliar. Rencana pengeluaran pembiayaan tahun 2020 sebesar Rp30 miliar yang digunakan untuk penyertaan modal Rp15 miliar dan pembayaran rentensi sebesar Rp15 miliar. "Memperhatikan rencana penerimaan pembiayaan dan pengeluaran pembiayaan maka terdapat pembiayaan netto sebesar Rp 44 miliar yang akan digunakan untuk menutup defisit anggaran," katanya. Dia mengatakan pemkab akan melaksakan berbagai upaya guna mencapai target, seperti mengoptimalkan kinerja BUMD, pemanfaatan aset-aset daerah yang bernilai ekonomi tinggi, dan meningkatkan kesadaran dan kepatuhan para subyek pajak dan obyek retensi. (set)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: