Dua Sekolah di Wonosobo Terpilih untuk Melakukan Simulasi PTM

Dua Sekolah di Wonosobo Terpilih untuk Melakukan Simulasi PTM

MAGELANGEKSPRES.COM,WONOSOBO – Dua sekolah di Kabupaten Wonosobo, SMAN 2 dan SMKN 2, terpilih menjadi sekolah di Jawa Tengah yang melakukan simulasi Pembelajaran Tatap Muka (PTM). Simulasi serupa juga diadakan di Kota Tegal dan Kabupaten Temanggung. Di Wonosobo simulasi dimulai sejak Selasa (8/9) lalu dan akan berlangsung hingga dua minggu ke depan. Kepala SMAN 2 Wonosobo, Indah Nurhayati SPd MSi mengatakan, peranan orang tua murid menjadi sangat penting. Mengingat, salah satu syarat untuk siswa bisa mengikuti simulasi adalah izin dari wali atau siswa tersebut. “Kami menginstruksikan pengajar untuk membuat suasana pembelajaran menyenangkan. Mengingat ini semua butuh peran semua pihak utamanya orang tua yang mengizinkan siswa untuk ikut masa ujicoba. Di SMAN 2 Wonosobo ada 108 siswa yang terpilih mewakili dari total 1.048 siswa dan persyaratan terpenting adalah izin dari orang tua. Ini pembiasaan protokol kesehatan untuk siswa yang semoga berhasil kedepannya,” ungkap Indah kemarin. Simulasi pembelajaran tatap muka dimulai pukul 7.30 WIB. Hari pertama dihadiri perwakilan Dinas Pendidikan Provinsi, Perwakilan Cabang Wilayah IX, Pengawas Sekolah, dan Gugus Tugas Covid Wonosobo. Dijelaskan Indah, pemetaan siswa didasarkan pada pendataan dan kondisi wilayah tempat tinggalnya apakah hijau atau merah serta kondisi siswa tersebut. “Mereka yang datang harus sehat, tanpa gejala, dan diusahakan punya alat transportasi atau yang diantar maupun yang terdekat yang jalan kaki. Dari 108 siswa itu mewakili keseluruhan kelas, satu kelasnya maksimal 12 anak. Selama simulasi 108 siswa akan mengikuti secara tetap, setelahnya maka dievaluasi yang mungkin bisa dilaksanakan untuk keseluruhan siswa. Adanya simulasi ini karena wilayah Wonosobo sempat masuk kawasan hijau covid,” tuturnya. Baca Juga Ki Sudadi Menangkan LPSNR Bahasa Jawa Di SMAN 2 Wonosobo sudah disediakan 57 tempat cuci tangan di setiap kelas baik lantai bawah maupun lantai dua. Begitu pula dengan halaman sekolah yang disiapkan 20 lebih tempat cuci tangan. Diungkapkan humas sekolah, Yularti kesiapan untuk persyaratan simulasi pembelajaran selain fasilitas juga termasuk bahan alat seperti desinfektan, thermo gun, dan sabun. Sekolah juga berkoordinasi dengan gugus tugas Wonosobo selain juga berkoordinasi dengan camat dan kepala desa setempat, dan MoU dengan Puskesmas. “Semua siswa yang akan masuk harus cuci tangan lebih dahulu. Dan kami atur hanya satu pintu, mereka yang masuk dicek suhu badannya, dicatat dan menulis buku tamu. Seluruh warga sekolah wajib memakai masker medis, bukan masker kain. Jika siswa tidak punya di sekolah diberikan,” imbuhnya. Diungkapkan salah satu siswi yang enggan disebut namanya, N, dirinya merasa puas bisa mengikuti simulasi mengingat tidak semua sekolah berkesempatan diujicoba. Dengan aturan baru yakni jam pelajaran dipangkas menjadi 30 menit dan enam jam pelajaran atau total selama tiga jam pelajaran dengan tiga mapel. “Memang tidak ada istirahat atau jeda jajan yang bisa kurangi resiko siswa berkumpul, tapi senang juga ikut tatap muka,” katanya. (win)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: