Gunung Pakuwojo Dieng Terbakar, Puluhan Petugas Gabungan Diterjunkan
MAGELANGEKSPRES.COM,WONOSOBO-Kebakaran semak dan ilalang terjadi di kawasan Gunung Pakuwojo, Dataran Tinggi Dieng, Kecamatan Kejajar, kemarin. Puluhan petugas gabungan diterjunkan untuk memadamkan kebakaran tersebut agar tidak merembet ke lahan warga “Kebakaran hutan gunung kembali terjadi di Kabupaten Wonosobo. Kali ini menimpa Gunung Pakuwojo petak 7 hingga 16 sampai dengan petak 7 hingga 5 dan mengarah di Gunung Kendil yang berada di Kecamatan Kejajar Kabupaten Wonosobo ,” ungkap Pusdalop BPBD Wonosobo Sabar Mondleng kemarin. Menurutnya, api muncul di Gunung Pakuwojo, yang terletak di antara Desa Sembungan dan Jojogan pukul 11.30 WIB. Tim gabungan dari BPBD bersama relawan dan masyarakat sekitar terus melakukan upaya pemadaman api yang semakin membesar. “Api cepat membesar dan merembet ke karena angin di kawasan tersebut terpantau kencang,” katanya. Meski demikian tidak ada upaya evakuasi karena api masih jauh dari permukiman warga. Selain itu dari update terakhir pada jam 20.23 WIB terpantau masih terdapat titik api dan tengah dilakulan pemadaman. Baca Juga Kebakaran Gunung Sumbing Ancam Sumber Air “Kami belum bisa menduga penyebab kebakaran karena masih berfokus pada upaya pemadaman kebakaran tersebut. Yang pasti hingga saat ini kawasan Dieng belum terkena tetesan air hujan,” katanya. Terkait luasan hutan yang terbakar, pihaknya belum bisa memastikan. Sebab kawasan hutan menjadi kewenangan pihak perhutani. Sedangkan upaya pemadaman dilakukan agar api tidak merembet ke pemukiman dan lahan milik warga. “Perkiraan kita yang terbakar mencapai puluhan hektare. Kendala di lapangan, cuaca cukup panas, angin cukup kencang dan rumput kering. Upaya sementara ini pemantaun oleh relawan sekitar,” terangnya. Melihat kondisi dan cuaca panas belakangan ini tidak menutup kemungkinan. Api bisa kembali muncul membakar ilalang dan semak di kawasan hutan. Sebab, masih banyak rumput kering di gunung tersebut. “Masih berpotensi terjadi kebakaran. Jika kondisi seperti ini, sehingga perlu langkah antisipasi serta meminta kepada pendaki atau warga untuk tidak membuat aktivitas api di atas. Sebab, jika terjadi kebakaran akan susah dikendalikan, jauh dari akses air,” pungkasnya. (gus)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: