Harga dan Stok Kepokmas di Wonosobo Terpantau Stabil
MAGELANGEKSPRES.COM,WONOSOBO - Sejumlah harga kebutuhan pokok di pasaran Kabupaten Wonosobo masih terpantau stabil. Sejak awal bulan April hingga jelang Ramadan, belum ada peningkatan harga secara signifikan. Di sisi lain, stok barang masih aman. “Jika melihat hasil monitoring harian, masih stabil, tidak ada kenaikan harga atau penurunan harga sejak awal bulan April 2020,” ungkap Kepala Sub Bagian Perekonomian Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam Sekretariat Daerah Kabupaten Wonosobo, Suprapti , kemarin. Menurutnya, kenaikan harga terjadi pada awal pandemi corona, namun masih dibatas wajar, hingga sekarang belum mengalami penurunan maupun penaikan harga. Hanya saja pada komoditas gula pasir masih tinggi atau di atas harga eceran tertinggi ( HET). “Untuk komoditas kepokmas selain gula, harga terlihat stabil. Namun, untuk gula pasir masih enggan turun, harga di pasaran Rp17 ribu perkilogram,” ungkapnya. Sedangkan untuk harga komoditas yang lain seperti beras, minyak goreng, daging sapi, daging ayam, telur ayam, kedelai, jagung dan juga berbagai jenis sayuran dan bumbu masih stabil dan stok masih aman. “Harga beras tertinggi Rp13,5 ribu dan terendah Rp9 ribu perkilogram, minyak goreng kemasan Rp14 ribu, daging ayam broiler Rp23 ribu dan daging sapi kualitas satu Rp120 ribu, sedangkan telur ayam negri Rp22 ribu perkilogram,” terangnya. Bagian Perekonomian setda bersama dengan Dinas Perdagangan serta anggota Tim Pemantau Inflasi Daerah ( TPID) terus melakukan monitoring harga-harga kebutuhan pokok masyarakat, termasuk stok barang yang tersedia. Bahkan di masa pandemi corona ini, monitoring dilakukan secara lebih ketat. “Kita lebih intensif melakukan pemantuan kondisi kebutuhan pokok, dan stok barang apalagi di bulan ramadan,” imbuhnya. Untuk mendukung kebijakan pemerintah daerah dalam memutus mata rantai pandemi virus corona, bagian perekonomian mendorong agar pola konsumsi warga diarahkan untuk hal yang lebih penting dan mendesak dan hindari kerumunan di pusat pasar atau perbelanjaan. “Kita imbau warga tidak menjejali pasar, tetap gunakan masker, dan membeli kebutuhan seperlunya, tidak panik dan perbanyak cuci tangan setelah dari pasar,” pungkasnya. (gus)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: