Heboh, Babi Hutan Masuk ke Rumah Warga di Garung
MAGELANGEKSPRES.COM,WONOSOBO- Seekor babi hutan memasuki rumah warga di dusun Bakalan, Desa Siwuran, kecamatan Garung kemarin siang. Ketakutan, pemilik rumah langsung menghubungi Polsek Garung untuk melakukan penanganan. Dari informasi warga setempat, peristiwa itu terjadi pada siang hari, sekira pukul 11.00 WIB. Pemilik rumah mengaku kaget, karena tiba-tiba muncul babi hutan masuk ke perkampungan dan bersembunyi masuk ke dalam rumah. Warga dan pemilik rumah yang melihat kejadian tersebut tidak berani mengusir babi hutan tersebut. Sebab, dalam kondisi panik, hewan tersebut bisa mengamuk dan melukai siapapun. Akhirnya ketika masuk rumah dibiarkan, pintu dikunci dan melapor ke pihak kepolisian. “Jadi setelah menerima informasi dari warga, soal adanya babi hutan masuk ke dalam rumah, kapolsek didampingi danramil langsung bergerka ke lokasi kejadian, bersama sejumlah personil,” ungkap Kasubbag Humas, Iptu Edy Vico . Menurutnya, untuk menghindari risiko atau hal-hal yang lebih berbahaya, kapolsek segera mengambil keputusan untuk melumpuhkan babi hutan tersebut. Setelah beberapa waktu di dalam rumah warga, babi hutan tersebut dilumpuhkan dengan cara ditembak oleh oleh Aipda Junaedi, selaku Kanit Provos Polsek Garung. “Babi hutan itu sudah ada di dalam rumah, kemudian atas perintah kapolsek, dilakukan penembakan untuk melumpuhkan. Akhirnya babi hutan roboh. Langkah itu ditempuh untuk menghindari kerusakan lebih lanjut. Sebab, di dalam rumah babi mulai mengamuk,” katanya. Dijelaskan rumah tersebut milik Robiyah, saat peritwa terjadi tidak ada orang di dalam. Ketika babi hutan masuk, pintu ditutup kemudian babi dilumpuhkan dengan satu tembakan saja. Lebih lanjut, Kasubbag Humas berharap masyarakat tidak panik dan segera menghubungi petugas terkait bila terjadi hal serupa. Masyarakat juga menyampaikan terimakasih atas respon cepat dan penanganan dari petugas baik dari Koramil maupun Polsek Garung. “Kita apresiasi kepada warga yang langsung lapor ke pihak kepolisan, jika ada hal-hal yang membahayakan, tidak perlu ditangani secara langsung. Tapi dilaporkan agar tidak membahayakan yang lain,” pungkasnya. (gus)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: