Larung Pelita Purnama Siddhi, Simbol Doa dan Harapan dari Borobudur

Larung Pelita Purnama Siddhi, Simbol Doa dan Harapan dari Borobudur

RITUAL. Larung Pelita Purnama Siddhi berlangsung pada malam purnama yang dimaknai sebagai bersatunya spiritualitas, budaya di Borobudur, Magelang.-HARYAS PRABAWANTI-MAGELANG EKSPRES

BOROBUDUR, MAGELANGEKSPRES.ID Sebanyak 6.000 lilin dilarungkan di perairan sekitar kawasan Borobudur dalam acara Larung Pelita Purnama Siddhi yang menjadi rangkaian acara dalam Borobudur Peace and Prosperity Festival 2025.

Sesuai namanya, Larung Pelita Purnama Siddhi berlangsung pada malam purnama yang dimaknai sebagai bersatunya spiritualitas, budaya, dan harapan akan kedamaian.

Ritual larung pelita digagas oleh Majelis Nyingma Tantrayana Muni Indonesia (Muni) yang berkolaborasi dengan Mecaya dan telah digelar untuk keempat kalinya.

BACA JUGA:Ratusan Umat Buddha Berbagai Negara Doakan Perdamaian Dunia di Candi Borobudur

Ketua Majelis MUNI, Rama Santoso, menjelaskan, pelita yang dilarungkan mengandung makna permohonan kepada Tuhan Yang Maha Esa, para Buddha, Bodhisatwa, hingga makhluk suci lainnya.

“Ini bagian dari praktik spiritual Buddhis. Melalui larung pelita, kita menyampaikan doa dan harapan agar terkabul,” ujar Rama Santoso kepada awak media, Sabtu 10 Mei 2025.

Menurutnya, pelita dipersembahkan dalam dua bentuk yakni yang dinyalakan di tanah sebanyak 10.000 buah, dan yang dilarungkan di air sebanyak 6.000 buah.

BACA JUGA:Kemenag Prediksi 100.000 Umat Buddha Datangi Candi Borobudur Saat Puncak Waisak

Meski berbeda bentuk, keduanya melambangkan penerangan batin dan pengharapan akan kebajikan.

Selain larung pelita, acara lain dalam rangkaian ini termasuk Merti Karuna Bumi (pelepasan hewan sebagai bentuk welas asih), serta puncak acara Borobudur Peace and Prosperity yang akan digelar di Taman Aksovia pada 11 Mei malam.

Menariknya lagi, rangkaian ditutup pada 12 Mei dengan pertunjukan seni budaya di Candi Ngawen.

BACA JUGA:Candi Borobudur Magelang Bakal Jadi Pusat Perayaan Waisak Lagi, Dihadiri Sekitar 40.000 Umat Buddha

Salah satu peserta, Indah, mengungkapkan kekagumannya terhadap suasana Larung Pelita Purnama Siddhi.

Ia menyebut acara ini sangat khidmat, dengan tata cahaya (lighting) yang memukau dan nuansa spiritual yang begitu terasa.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: magelang ekspres

Berita Terkait