BTNGM Larang Trekking di Bukit Kukusan, Masuk Kawasan Terlarang Gunung Merapi

BTNGM Larang Trekking di Bukit Kukusan, Masuk Kawasan Terlarang Gunung Merapi

BTNGM mengeluarkan imbauan bagi masyarakat agar tidak beraktivitas atau melakukan trekking di Bukit Kukusan-@btn_gn_merapi-INSTAGRAM

MAGELANGEKSPRES.ID Balai Taman Nasional Gunung Merapi (BTNGM) mengeluarkan imbauan bagi masyarakat agar tidak beraktivitas atau melakukan trekking di Bukit Kukusan.

Kawasan yang secara administratif berada di Kabupaten Klaten tersebut masuk ke dalam wilayah Taman Nasional Gunung Merapi dan bukan zona pemanfaatan untuk wisata alam.

Larangan ini dikeluarkan usai beredarnya berbagai video TikTok yang menampilkan aktivitas wisatawan di kawasan Bukit Kukusan.

BACA JUGA:Gunung Merapi Luapkan Awan Panas, Ini Daerah Potensi Bahaya yang Perlu Diketahui

Untuk itu, petugas Resort Pengelolaan Taman Nasional (RPTN) Wilayah Kemalang dan RPTN Wilayah Cangkringan terus melakukan patroli gabungan.

Hingga pada Kamis, 16 Oktober 2025, tim menemukan empat wisatawan yang tengah melakukan pendakian di lokasi tersebut.

Oleh sebabnya, BTNGM menegaskan, aktivitas di Bukit Kukusan sangat berbahaya untuk dijangkau wisatawan.

BACA JUGA:5 Wisata di Lereng Gunung Merapi, Cukup Bayar Rp19 Ribu Bisa Terusan ke Semuanya!

Pasalnya lokasi tersebut berada dalam radius dua kilometer dari puncak Gunung Merapi serta memiliki topografi yang curam dengan jurang di sisi kiri, kanan, serta bagian depan bukit.

Selain itu, Badan Geologi juga mencatat adanya aktivitas vulkanik berupa awan panas guguran (APG) pada Kamis, 2 Oktober 2025 lalu.

Material awan panas ini tercatat hingga mencapai radius 1,5 kilometer dari puncak Gunung Merapi, sehingga status gunung tersebut masih berada pada Level III atau Siaga sejak 5 November 2020.

BACA JUGA:Rekomendasi Spot Foto Gunung Merapi, Ada Bukit Gendol dan Tebing Gendol Merapi

Untuk itu sebagai langkah pengamanan, petugas BTNGM telah memasang papan larangan trekking di sekitar area Bukit Kukusan serta mencopot sejumlah plang jalan yang mengarah ke lokasi tersebut.

Sebagai alternatif, BTNGM kian menyarankan masyarakat maupun wisatawan agar memilih kawasan wisata alam di kawasan Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM) yang aman dan legal untuk dikunjungi.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait