Longsor Area Parkir Sikarim Dieng Wonosobo, Lima Motor Wisatawan Terseret ke Jurang
PARKIR. Longsor terjadi di area parkir objek wisata Curug Sikarim, Desa Sembungan, Kecamatan Kejajar.-IST-WONOSOBO EKSPRES
WONOSOBO, MAGELANGEKSPRES.ID - Gemuruh longsor memecah keheningan di kawasan dataran tinggi Dieng, belum lama ini.
Hujan deras yang mengguyur tanpa henti memicu runtuhnya tebing setinggi 30 hingga 40 meter di area parkir objek wisata Curug Sikarim, Desa Sembungan, Kecamatan Kejajar.
Material tanah yang masif terjun bebas dari jalur baru di atas pemukiman, menyapu deretan kendaraan yang tengah terparkir. Sedikitnya lima sepeda motor milik wisatawan raib diterjang material longsoran.
Mirisnya, seluruh kendaraan tersebut diketahui merupakan motor sewaan dari luar kota yang sedang digunakan pelancong untuk menikmati suasana Dieng.
BACA JUGA:Jelang Ramadan dan Lebaran, Stok LPG 3 Kg di Kota Magelang Dipastikan Tercukupi
Koordinator Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Wonosobo, Sabarno mondleng, mengonfirmasi bahwa titik longsor berada tepat di atas desa pada jalur akses baru.
"Ketinggian (tebing) kurang lebih 30 sampai 40 meter dari bahu jalan. Beruntung akses utama ke Sikarim tetap aman dan tidak mengenai rumah warga," ungkapnya.
Upaya evakuasi berlangsung mencekam pada Sabtu petang. Di bawah guyuran gerimis dan kabut tipis, petugas baru berhasil menyelamatkan dua unit sepeda motor. Sementara itu, tiga motor lainnya masih hilang misterius, diduga kuat terseret jauh hingga masuk ke dalam aliran sungai di dasar tebing.
BACA JUGA:Longsor Tutup Total Jalan Tlogowungu Gemawang Temanggung, Lima Kendaraan Terjebak
Memasuki malam hari, pencarian terpaksa dihentikan. Kondisi medan yang curam, minimnya penerangan, serta ancaman longsor susulan membuat tim penyelamat harus menarik diri demi keselamatan.
"Lokasi cukup membahayakan dan minim cahaya. Evakuasi dilanjutkan setelah situasi kondusif," imhuhnya.
Meski tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, kerugian material ditaksir mencapai puluhan juta rupiah. BPBD Wonosobo pun mengeluarkan peringatan keras bagi para wisatawan yang berkunjung ke daerah lereng curam, terutama saat curah hujan tinggi melanda kawasan pegunungan. (*)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: magelang ekspres