Meneladani Puasa Rasulullah, Melakukan Niat dalam Hati

Meneladani Puasa Rasulullah, Melakukan Niat dalam Hati

Meneladani Puasa Rasulullah, Melakukan Niat dalam Hati--

MAGELANGEKSPRES.ID- Sebagai umat Muslim yang taat hendaknya kita meneladani Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wasallam dalam berpuasa Ramadhan. Tak ada suri teladan yang terbaik kecuali Rasulullah Shallahu ‘alaihi wa sallam.

Diantara teladan dari Rasulullah ketika berpuasa Ramadhan adalah :

Menentukan Awal Puasa Ramadhan dengan Rukyatulhilal

Bagaimana kita meneladani Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam dalam menentukan awal Ramadhan? 
Caranya adalah dengan rukyatulhilal. Kita menentukan Ramadhan adalah dengan rukyatulhilal. Inilah yang dituntunkan oleh Nabi kita Muhammad Shallallahu 'alaihi wasallam. Bukan dengan hisab.

BACA JUGA:Mencontoh Kebiasaan Rasulullah, Ziarah Kubur di Akhir Malam

Hisab boleh digunakan, tapi hanya sebagai sampingan, bukan patokan utama. Silakan menggunakan hisab untuk menentukan ini tanggal 29 ataukah ini tanggal 28. Kalau tanggal 29, ayo kita rukyatulhilal. Itu fungsi hisab sampai di sana!

Adapun menentukan hilalnya, maka dengan rukyatul bashar, penglihatan mata. Apakah mata kita melihat hilal ataukah tidak. Kalau mata kita tidak melihat hilal, maka sempurnakan bulannya menjadi 30 hari (itu hari 29).

Kalau kita tidak bisa melihat hilal, berarti besok masih tanggal 30, masih bulan Sya'ban. Kalau kita sudah melihat hilal, berarti besok tanggal 1. Itulah tuntunan Rasulullah Sallallahu 'alaihi wasallam yang harusnya kita teladani dalam menentukan awal bulan Ramadhan.

Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam dahulu telah bersabda,

❲ صُومُوا لِرُؤْيَتِهِ وَأَفْطِرُوا لِرُؤْيَتِهِ ❳

"Berpuasalah kalian karena kalian melihat hilal Ramadhan, dan akhiri puasa kalian karena kalian melihat hilalnya bulan Syawal."

❲ فَإِنْ غُبِّيَ عَلَيْكُمْ فَأَكْمِلُوا عِدَّةَ شَعْبَانَ ثَلَاثِينَ ❳

"Apabila samar bagi kalian, hilal itu tidak terlihat (kalian terhalangi oleh sesuatu; bisa oleh mendung, bisa oleh debu, bisa oleh kabut, apa pun sebab-sebab yang lainnya), maka sempurnakan bilangan bulan menjadi 30 hari."(HR. Bukhari Muslim)

BACA JUGA:Petunjuk Rasulullah Dalam Beribadah

"Sempurnakan bilangan bulan Sya'ban menjadi 30 hari." Inilah tuntunan Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam yang sangat jelas, simpel, mudah. Tidak rumit-rumit Islam itu.

Tanggal 29, ayo kita rukyatulhilal! Kelihatan hilalnya, alhamdulillah, besok berarti tanggal 1 Ramadhan. Tidak kelihatan hilalnya karena mendung misalnya, berarti besok tanggal 30.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: