Meneladani Puasa Rasulullah, Beriktikaf di Sepuluh Hari Terakhir Bulan Ramadhan
Meneladani Puasa Rasulullah, Beriktikaf di Sepuluh Hari Terakhir Bulan Ramadhan--
MAGELANGEKSPRES.ID- Sebagai umat Muslim yang taat hendaknya kita meneladani Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wasallam dalam berpuasa Ramadhan. Tak ada suri teladan yang terbaik kecuali Rasulullah Shallahu ‘alaihi wa sallam.
Diantara teladan dari Rasulullah ketika berpuasa Ramadhan adalah :
Menghidupkan Malam dengan Shalat Malam dan Membaca Al-Qur'an
Kita sudah melewati Subuh, kemudian kita melewati pagi, siang, kita melewati berbuka. Di malam harinya, kita berusaha untuk mengisi malam hari dengan membaca Al-Qur'an dan shalat malam.
Jangan diisi dengan hal-hal yang kurang bermanfaat ya, seperti misalnya buka bersama di tempatnya si Fulan, buka bersama di tempatnya si Allan. Kadang-kadang sebelum Ramadhan datang, itu sudah penuh 30 hari buka bersamanya di tempat berbeda-beda.
Ana melihat buka bersama yang seperti ini malah mengurangi pahala. Ya, banyak yang akhirnya malah mengurangi pahala.
Kalau buka bersamanya di masjid, itu yang paling bagus. Tapi kalau buka bersamanya di rumah, sering kali akhirnya yang berbuka tidak shalat Maghrib secara berjamaah di masjid.
Sering kali juga nanti ngerumpi, ngomongnya ke mana-mana. Sering kali juga akhirnya shalat Isya-nya juga tidak di masjid, yang akhirnya ya malah mengacaukan atau mengganggu jalan ibadah yang seharusnya bisa dilakukan di bulan Ramadhan.
Ya, bulan Ramadan bukan bulan yang lama, ya. Satu bulan dikatakan oleh Allah Subahanahu wa Ta'ala,
{ أَيَّامًا مَعْدُودَاتٍ }
"Itu adalah hari-hari yang berbilang."
(QS. Al-Baqarah: 184)
Ya, hari-hari yang sebentar. Jangan sampai kita gunakan untuk hal-hal yang kurang bermanfaat. Memang ya, tidak ada masalah untuk masalah dosa ya, berbuka bersama di rumah teman-teman, di rumah tetangga.
Ini kalau pasti dosa, tidak. Tapi ada yang lebih afdal dari itu.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: