Wonosobo Targetkan "Zero Petasan" Selama Ramadan dan Idul Fitri 1447 H
KOORDINASI. Rapat Koordinasi Lintas Sektoral di Pendopo Selatan, Senin (23/2). - AGUS SUPRIYADI - MAGELANG EKSPRES-KOORDINASI. Rapat Koordinasi Lintas Sektoral di Pendopo Selatan, Senin (23/2). - AGUS SUPRIYADI - MAGELANG EKSPRES-
WONOSOBO, MAGELANGEKSPRES.ID – Pemerintah Kabupaten Wonosobo bersama jajaran kepolisian memasang target tinggi untuk mewujudkan kondisi "Zero Petasan" sepanjang bulan Ramadan hingga Idul Fitri 1447 H.
Komitmen ini diambil demi menjamin keselamatan warga dan kekhusyukan ibadah di wilayah tersebut.
Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat, menegaskan ledakan petasan tidak boleh lagi dianggap sebagai tradisi tahunan karena dampaknya yang fatal.
"Kita sudah ada kejadian di beberapa wilayah, termasuk Kertek. Korbannya serius dan harus dirawat di rumah sakit. Saya ingin Ramadan dan Idulfitri tahun ini benar-benar zero dari petasan," tegas Afif usai Rapat Koordinasi Lintas Sektoral di Pendopo Kabupaten, Senin (23/2).
BACA JUGA:Nekat Jual 4 Kilogram Bahan Petasan di Magelang, Remaja Asal Bantul Ditangkap Polisi
Bupati menyoroti tren baru yang mengkhawatirkan, yakni maraknya pembelian bahan peledak secara daring (online). Hal ini memicu warga untuk merakit petasan secara mandiri di rumah, yang justru sangat berisiko tinggi.
"Mercon itu membahayakan diri sendiri dan orang lain. Lebih baik uangnya digunakan untuk kebutuhan yang lebih bermanfaat menjelang Lebaran," imbuhnya.
Data dari kepolisian menunjukkan urgensi gerakan ini. Kapolres Wonosobo, AKBP M. Kasim Akbar Bantilan, mengungkapkan bahwa hingga awal Ramadan tahun ini, sudah tercatat tiga insiden petasan.
"Dua korban di antaranya adalah anak-anak di bawah umur yang harus menjalani perawatan medis. Karena dianggap tradisi, euforia merakit petasan terus terjadi. Kami akan melaksanakan operasi secara kontinu di seluruh wilayah," jelasnya.
Selain petasan, operasi terpadu ini juga akan menyasar sejumlah potensi gangguan keamanan lainnya, antara lain peredaran minuman keras (Miras) Ilegal, kenakalan remaja seperti perang sarung. Balon udara liar yang membahayakan keselamatan penerbangan.
Pemkab dan Polres Wonosobo meminta masyarakat untuk tidak tutup mata. Warga diimbau aktif melaporkan aktivitas mencurigakan atau peredaran petasan melalui, Call Center 112 dan kanal aduan resmi pemerintah daerah
Dengan kombinasi edukasi masif dan operasi lapangan yang ketat, Pemkab Wonosobo optimistis dapat menekan angka kecelakaan akibat petasan demi menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan kondusif bagi seluruh warga. (*)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: magelang ekspres