Muscab PPP Jateng di Wonosobo, Target Kembali ke Senayan 2029

Muscab PPP Jateng di Wonosobo, Target Kembali ke Senayan 2029

MUSCAB. DPW PPP Jateng gelar Musyawarah Cabang (Muscab) gabungan untuk wilayah Daerah Pemilihan (Dapil) VI Jawa Tengah di Aula SMA Takhasus Al-Qur'an Kalibeber, Mojotengah (3/5). - AGUS SUPRIYADI - MAGELANG EKSPRES - --

WONOSOBO, MAGELANGEKSPRES.ID - Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Jawa Tengah menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) gabungan untuk wilayah Daerah Pemilihan (Dapil) VI Jawa Tengah di Wonosobo, Minggu (3/5/2026).

Agenda lima tahunan ini dipusatkan di Aula SMA Takhasus Al-Qur'an Kalibeber, Mojotengah, Wonosobo.

Muscab ini diikuti oleh pengurus dari lima wilayah, yakni Kabupaten Wonosobo, Temanggung, Purworejo, Kabupaten Magelang, dan Kota Magelang.

Pemilihan format gabungan ini dinilai lebih efektif untuk memperkuat koordinasi antarwilayah dalam satu daerah pemilihan.

Ketua DPW PPP Jawa Tengah, Mas Suyono, menegaskan bahwa Muscab ini bukan sekadar rutinitas organisasi, melainkan momentum evaluasi dan refleksi atas kinerja partai selama lima tahun terakhir.

BACA JUGA:Bangkit dari Banjir! Brigade Pangan Aceh Timur Kembali Tanam 150 Hektare Padi

Fokus utamanya adalah memperbaiki strategi setelah kegagalan meraih kursi di tingkat pusat pada periode sebelumnya.

"Hari ini adalah bentuk pertanggungjawaban untuk lima tahun ke depan yang harus lebih baik. Kita harus mengevaluasi apa yang kurang dan melakukan introspeksi agar PPP bisa kembali masuk ke Senayan pada 2029," ucapnya. 

Dalam Muscab ini, agenda utama adalah pembentukan tim formatur yang nantinya bertugas menyusun kepengurusan baru di tiap daerah, bukan memilih ketua secara langsung di forum.

Menghadapi tantangan pemilih milenial dan pemilih pemula, Mas Suyono menekankan pentingnya transformasi SDM dan literasi.

BACA JUGA:Ribuan Pelari Padati Mangkunegaran Run 2026, Padukan Semangat Olahraga dan Keluhuran Budaya Solo

Ia menginstruksikan agar pengurus mengombinasikan tokoh berpengalaman dengan kader muda sebagai energi baru.

Ia juga memberikan pesan menohok mengenai cara berpolitik. Menurutnya, politik bukan sekadar "jual baju" atau pencitraan fisik, melainkan "jual awak" atau menjaga rekam jejak dan kepercayaan sejak dini.

"Aksi nyata anggota dewan harus lebih simpatik kepada rakyat dan kehadiran pengurus wajib rutin menyapa masyarakat untuk mengembalikan kepercayaan publik," tandasnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: magelang ekspres