Evakuasi Dramatis Korban Longsor Wonosobo, Ditemukan 6 Km dari Lokasi

Evakuasi Dramatis Korban Longsor Wonosobo, Ditemukan 6 Km dari Lokasi

EVAKUASI. Proses evakuasi korban longsor dan banjir di Dusun Larangan Banyumudal Sapuran yang cukup dramatis. IST - MAGELANG EKSPRES--

WONOSOBO, MAGELANGEKSPRES.ID - Hujan deras yang mengguyur wilayah Sapuran pada Minggu (12/4) sore menjadi saksi bisu tragedi kemanusiaan yang menimpa warga Dusun Larangan Banyumudal. Imbuh (42), seorang petani perempuan setempat, ditemukan dalam kondisi tak bernyawa setelah dilaporkan hilang saat pulang dari ladang. Jasad korban ditemukan terseret arus sejauh 6 kilometer dari titik awal kejadian.

Kejadian memilukan ini menambah daftar panjang risiko yang dihadapi petani Wonosobo saat cuaca ekstrem melanda wilayah pegunungan.

Tragedi bermula pada Minggu sore sekitar pukul 15.00 WIB. Saat itu, korban tengah dalam perjalanan pulang dari ladang di tengah guyuran hujan lebat. Namun, hingga malam menjemput, Ibu Imbuh tak kunjung sampai di rumah.

Pihak keluarga dan warga yang melakukan penyisiran awal menemukan pemandangan mengerikan,  terdapat titik longsor di area ladang yang mengarah langsung ke aliran sungai. Di sekitar lokasi longsor, warga menemukan bekal milik korban yang masih tertinggal.

BACA JUGA:Sindikat Narkoba Lintas Pulau Dibongkar, Polres Temanggung Musnahkan 144,3 Gram Sabu

"Informasi yang kami terima, longsoran tersebut langsung mengarah ke Sungai Bogowonto atau yang warga setempat sebut Kali Cengeng Silawe. Saat kejadian, debit air sungai sedang meningkat tajam," ungkap Kepala BPBD Wonosobo, Sumekto Hendro Kustanto, kemarin 

Petunjuk keberadaan korban mulai terkuak saat kain milik korban ditemukan tersangkut 200 meter dari titik longsor. Tak jauh dari sana, sekitar 1 kilometer, warga kembali menemukan jaket dan sisa bekal lainnya, yang memperkuat dugaan bahwa korban terhempas material longsor dan terseret arus sungai.

Tim Gabungan SAR , segera mengerahkan tim BKO Operasi Pencarian dan Pertolongan. Operasi yang dimulai sejak Senin (13/4) pagi ini melibatkan dua SRU (Search and Rescue Unit) untuk menyisir aliran Sungai Bogowonto yang memisahkan Dusun Krajan dan Dusun Larangan.

BACA JUGA:Kecelakaan Beruntun di Jalur Purworejo–Magelang, 1 Tewas usai Motor Rem Mendadak Hindari Kucing

Setelah penyisiran intensif selama beberapa jam, tim akhirnya membuahkan hasil. Pukul 12.30 WIB, korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia (MD) di aliran sungai, berjarak sekitar 6 km dari lokasi jatuhnya longsoran.

Pukul 14.00 WIB Setelah proses evakuasi yang cukup dramatis karena medan sungai, jenazah korban langsung diserahkan kepada pihak keluarga di Dusun Larangan untuk dimakamkan.

Tragedi yang menimpa Ibu Imbuh menjadi pengingat keras bagi pemerintah daerah dan masyarakat mengenai kerawanan bencana di wilayah perbukitan Sapuran. Cuaca yang sulit diprediksi dan peningkatan debit sungai secara mendadak seringkali luput dari antisipasi warga saat beraktivitas di ladang.

BPBD kembali mengimbau warga, terutama para petani yang memiliki lahan di lereng curam atau tepian sungai, untuk segera meninggalkan lokasi jika hujan turun dengan intensitas tinggi demi menghindari risiko longsor susulan atau banjir bandang. (*)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: magelang ekspres