Beberapa Kemudahan Beribadah Ketika Safar
Beberapa Kemudahan Beribadah Ketika Safar--
MAGELANG EKSPRES.ID-Seorang muslim menyadari bahwa dalam kehidupannya tidak akan terlepas dari bepergian safar. Seperti berhaji, umrah, perang, menuntut ilmu, berdagang, dan mengunjungi saudara, yang wajib maupun sunnah haruslah menempuh perjalanan jauh.
Rasulullah Shallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
السَّفَرُ قِطْعَةٌ مِنَ العَذابِ، يَمْنَعُ أحَدَكُمْ طَعامَهُ وشَرابَهُ ونَوْمَهُ ، فَإذا قَضى أحَدُكُمْ نَهْمَتَهُ مِن سفرهِ، فَلْيُعَجِّلْ إلى أهْلِهِ
“Safar merupakan potongan adzab yang membuat kalian sulit makan, minum, dan tidur. Apabila seorang diantara kalian telah menyelesaikan urusannya, hendaklah segera pulang kepada keluarganya.”[ Muttafaqun ‘alaihi]
Karena alasan ini, syariat memberikan kemudahan setiap muslim yang bersafar sehingga mudah diamalkan.
Adapun kemudahan bagi setiap muslim yang berkaitan dengan hukum safar adalah :
1.Boleh meng-qashar shalat empat rakaat menjadi dua rakaat, sedangkan maghrib tetap dikerjakan tiga rakaat.
Dia boleh mengqashar shalat sejak meninggalkan negerinya sampai ia kembali, kecuali jika ia meniatkan untuk bermukim di negeri tujuannya selama empat hari atau lebih, maka ia tidak boleh mengqashar shalat sampai dia keluar dari daerah tersebut kembali ke negeri asalnya, maka dia boleh mengqashar shalatnya sampai dia tiba di negeri tujuannya. Allah Ta’ala berfirman :
وَإِذَا ضَرَبْتُمْ فِي الْأَرْضِ فَلَيْسَ عَلَيْكُمْ جُنَاحٌ أَن تَقْصُرُوا مِنَ الصَّلَاةِ …
“Dan apabila kamu bepergian di muka bumi, maka tidaklah mengapa kamu men-qashar sembahyang(mu).....” (QS. An-Nisa’: 101).
Anas berkata :
خَرَجْنا مَعَ النَّبِيِّ ﷺ مِنَ المَدِينَةِ إلى مَكَّةَ فَكانَ يُصَلِّي رَكْعَتَيْنِ رَكْعتَيْنِ حَتّى رَجَعْنا إلى المَدِينَةِ
“Kami pernah bepergian dari Madinah ke Mekkah bersama Rasulullah ﷺ, dan beliau ﷺ pun dua rakaat dua rakaat sampai kita sampai di kota Madinah.”[ Muttafaqun ‘alaihi]
2.Boleh mengusap dua khuff (kaos kaki/sepatu) selama tiga hari tiga malam.
Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
جَعَلَ لنا النَّبِيُّ ﷺ ثَلاثَةَ أيّامٍ وليالهن لِلْمُسافِرِ، ويَوْمًا ولَيْلَةً لِلْمُقِيمِ
“Nabi ﷺ memberikan waktu tiga hari tiga malam untuk musafir dan sehari semalam untuk mukim.” Maksudnya: untuk mengusap khuf.[ HR. Muslim No. 276]
3.Bertayamum apabila tidak ada air atau sulit mencarinya, atau mahal harganya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: