Wagub Jateng Awali Sensus Ekonomi 2026, BPS Kini Sasar Pendapatan YouTuber dan Influencer

Wagub Jateng Awali Sensus Ekonomi 2026, BPS Kini Sasar Pendapatan YouTuber dan Influencer

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, saat menerima kedatangan petugas Badan Pusat Statistik (BPS) sebagai responden pertama Sensus Ekonomi 2026 di rumah dinasnya, Kota Semarang, Senin (15/6/2026).-IST-MAGELANG EKSPRES

SEMARANG, MAGELANGEKSPRES.ID - Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, resmi menjadi responden pertama dalam pendataan Sensus Ekonomi 2026.

Ia mengawali tahapan sensus nasional tersebut sekaligus meminta masyarakat menyambut baik kedatangan petugas Badan Pusat Statistik (BPS).

Proses pendataan itu berlangsung di rumah dinas Wagub di Jalan Rinjani, Kecamatan Gajahmungkur, Kota Semarang, Senin (15/6/2026).

Partisipasi pemimpin daerah ini diharapkan menjadi teladan agar warga bersikap kooperatif saat didata.

BACA JUGA:Wagub Jateng Taj Yasin Dorong Pendidikan Akhlak Anak Usia Dini Hadapi Dinamika Zaman

Taj Yasin menjamin, kerahasiaan seluruh informasi dan data ekonomi yang diberikan warga kepada petugas akan dijaga ketat oleh negara.

"Harapannya, melalui sensus ini negara semakin mudah menyusun program ekonomi yang tepat sasaran untuk masyarakat. Ayo dukung Sensus Ekonomi 2026," kata Taj Yasin.

Sementara itu, Kepala BPS Provinsi Jawa Tengah, Ali Said menjelaskan bahwa pendataan kali ini dilakukan dengan metode jemput bola atau dari pintu ke pintu.

Di wilayah kerjanya, lembaga tersebut menerjunkan 36.891 petugas lapangan yang didampingi oleh pengawas.

BACA JUGA:Harga BBM Non-Subsidi Naik, Ahmad Luthfi Antisipasi Lonjakan Harga Pangan Jateng

Sensus ini dijadwalkan berlangsung hingga 31 Agustus 2026. Menariknya, petugas tidak hanya mencatat profil usaha konvensional dan kondisi perumahan, tetapi juga mulai memotret perputaran uang dari aktivitas ekonomi digital di lingkup keluarga.

Menurut Ali, petugas akan menanyakan secara spesifik jika ada anggota keluarga yang memiliki sumber pendapatan dari dunia maya.

Langkah ini merupakan adaptasi BPS terhadap pergeseran tren ekonomi masyarakat.

"Misalnya, akan didata juga kalau ada anggota rumah tangga yang jualan secara daring, menjadi YouTuber, atau pemengaruh (influencer) di media sosial," tuturnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: magelang ekspres

Berita Terkait