Ahmad Luthfi Ajak Mahasiswa Terlibat Bangun Daerah, Pemprov Jateng Gandeng 77 Perguruan Tinggi
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi membuka Musyawarah Nasional (Munas) XIX BEM SI di Politeknik Negeri Semarang (Polines), Senin (27/7).-IST -MAGELANG EKSPRES
SEMARANG, MAGELANGEKSPRES.ID - Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi mengajak mahasiswa mengambil peran lebih besar dalam pembangunan daerah.
Menurutnya, mahasiswa tidak cukup hanya menjadi penyampai kritik atau agen perubahan, tetapi juga perlu terlibat langsung melalui gagasan, inovasi, hingga pengabdian kepada masyarakat.
Luthfi mengatakan, mahasiswa dan perguruan tinggi memiliki posisi strategis sebagai kontrol sosial sekaligus agen perubahan.
BACA JUGA:Kongres Umat Islam Indonesia VIII: Mentan Amran Siapkan Bibit dan Olah Lahan Gratis untuk Pesantren
Namun, energi mahasiswa juga perlu diarahkan untuk menghasilkan kontribusi nyata dalam pembangunan di daerah.
"Energi lebih mahasiswa disalurkan dalam ikut membangun suatu wilayah," katanya saat membuka Musyawarah Nasional (Munas) ke-19 Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) di Politeknik Negeri Semarang (Polines), Senin (27/7).
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah selama ini menerapkan konsep collaborative government melibatkan berbagai pemangku kepentingan termasuk perguruan tinggi.
BACA JUGA:Tanamkan Pendidikan Karakter, SDN Borobudur 1 Gelar MPLS Ramah dan Pekan Magelang Hebat
Saat ini, sebanyak 77 perguruan tinggi negeri maupun swasta di Jawa Tengah telah menjalin kolaborasi dengan pemerintah daerah.
Bentuk kerja sama tersebut diwujudkan melalui berbagai program, mulai dari Kuliah Kerja Nyata (KKN), riset, pendampingan masyarakat.
Hingga penerapan inovasi hasil perguruan tinggi yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung pembangunan daerah.
BACA JUGA:Kuota Tersisa Banyak, Beasiswa D3 Pemkot Magelang 2026 Baru Terisi 8 Orang
Menurut Luthfi, sinergi dengan kampus juga menjadi bagian dari upaya menyiapkan sumber daya manusia yang mampu menjawab kebutuhan dunia industri.
Terlebih, Jawa Tengah saat ini menjadi salah satu daerah tujuan investasi sehingga membutuhkan tenaga kerja yang kompeten.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: magelang ekspres