Dosen Untidar Gelar Pelatihan Deep Learning bagi Guru SDN Payaman 1

Dosen Untidar Gelar Pelatihan Deep Learning bagi Guru SDN Payaman 1

BERSAMA. Tim dosen Universitas Tidar berfoto bersama guru SDN Payaman 1, Kabupaten Magelang, usai kegiatan pelatihan deep learning untuk memperkuat kemampuan guru dalam merancang pembelajaran yang bermakna serta mendukung perkembangan sosial-emosional sis--

MAGELANG, MAGELANGEKSPRES.ID - Guru sekolah dasar perlu mengembangkan pola pikir tumbuh (growth mindset) sekaligus memperkuat kemampuan sosial-emosional siswa.

Upaya tersebut dilakukan tim dosen Universitas Tidar (Untidar) melalui program kemitraan masyarakat berupa pelatihan In House Training (IHT) implementasi deep learning di SDN Payaman 1, Kabupaten Magelang, belum lama ini.

Pelatihan ini dirancang untuk meningkatkan kemampuan guru dalam menyusun perencanaan pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan materi, tetapi juga pengembangan karakter dan keterampilan sosial-emosional siswa.

BACA JUGA:Banyak Warga Kota Magelang Kehilangan Bansos Akibat Perubahan Desil, Marjinugroho Desak Survei Ulang

Ketua tim PKM Ferisa Prasetyaning Utami, M.Pd mengatakan pelatihan dilaksanakan melalui dua metode, yakni asinkronus secara mandiri dan sinkronus secara langsung.

Skema tersebut memberi kesempatan kepada peserta mempelajari materi sebelum pertemuan tatap muka dan melakukan refleksi setelah pelatihan.

“Kegiatan dilakukan dua metode agar lebih mengefektifkan ketercapaian tujuan dari pelatihan ini, peserta dapat mempelajari materi sebelum pelatihan tatap muka dilakukan secara asinkronus melalui LMS dan peserta dapat mengerjakan refleksi atas ilmu yang didapatkan setelah selesai kegiatan pelatihan secara sinkronus,” kata Ferisa.

BACA JUGA:KPK Ungkap Kongkalikong Bupati Klaten dan Ahmad Luthfi H, Hapus Temuan Rp5 Miliar Pakai Kode AMIDIS

Materi pelatihan terbagi dalam empat sesi. Sesi pertama membahas growth mindset atau pola pikir tumbuh, disampaikan Ipung Hananto, M.Pd.

Materi ini menekankan pentingnya pola pikir guru dalam membangun motivasi siswa agar lebih optimistis ketika menghadapi tantangan dan kesulitan belajar.

Guru diharapkan mampu menerapkan prinsip tersebut dalam proses pembelajaran.

BACA JUGA:Ikuti Kemah Virtual Dunia Jota-Joti 2026, 82 Pelajar SMPN 5 Magelang Asah Wawasan Global

Dengan begitu, siswa tidak mudah menyerah ketika menemui hambatan, melainkan terdorong untuk terus belajar dan mengembangkan kemampuannya.

Sesi kedua membahas penerapan deep learning dalam penyusunan perencanaan pembelajaran.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait