MAGELANGEKSPRES.COM,WONOSOBO – Pemerintah Kecamatan Kalikajar melakukan berbagai upaya dalam pencegahan penyebaran virus Covid-19, salah satunya dengan penyemprotan disinfektan secara masif. Setelah beberapa waktu menggelar kegiatan sterilisasi ke desa-desa dan sepanjang jalan utama, agenda penyemprotan kembali dilakukan pada Jumat (3/4). Puluhan kendaraan, baik roda 2 maupun roda 4 yang melewati jalan utama Wonosobo – Sapuran via Kalikajar juga disemprot disinfektan sebagai salah satu cara sterilisasi. Di agenda itu, Bupati Eko Purnomo bahkan turun langsung memimpin tak kurang dari 100 personel yang terlibat dalam kegiatan sterilisasi tersebut bersama Camat Kalikajar, Bambang Triyono dan Forkompimca. Di agenda itu, Bupati menyampaikan apresiasinya, mengingat di tengah situasi tanggap darurat bencana non alam penanggulangan wabah covid-19 ini memang diperlukan kesadaran dan semangat semua pihak, untuk bisa bertahan saat wabah mengancam. Dengan adanya koordinasi, Bupati optimis wabah covid 19 yang kini telah menginfeksi lebih dari 1 Juta penduduk di 200 lebih Negara di dunia ini akan segera teratasi. Baca Juga Hasil Rapid Test, 4 Warga Kabupaten Magelang Positif Corona “Pihak Kecamatan kami minta untuk tak henti memberi semangat warga agar tidak lemah menghadapi korona. Terus jaga kebersihan, jaga kondisi kesehatan diri, minimalkan potensi risiko dengan tidak bepergian dan tetap di rumah, serta jangan lupa untuk berdoa memohon kepada Yang Maha Kuasa agar melindungi kita semua dari wabah penyakit ini,” kata Bupati. Di Kecamatan Kalikajar sendiri menurut Camat Bambang saat ini ada lebih dari 700 warga yang masuk kategori Orang Dengan Resiko (ODR) Covid-19. Adanya data tingginya Jumlah tersebut, menurutnya diperoleh dari pendataan di 2 Puskesmas di wilayahnya, yaitu Puskesmas Kalikajar I dan Kalikajar II. Dari kondisi itulah, Bambang mengaku senantiasa dibantu sejumlah elemen, mulai dari TNI – Polri, Kepala Desa, Organisasi Kemasyarakatan dan keagamaan seperti Banser, Komunitas Netral Sobo Mandiri, dan RPB Jogonegoro. Dalam pengadaan obat dan cairan desinfektan pihak kecamatan juga dibantu oleh elemen masyarakat lintas sektor. “Data dari Puskesmas Kalikajar 1, hasil pengamatan ada 355 ODR, dengan rincian 7 orang karena memiliki riwayat perjalanan dari Negara terjangkit dan 348 orang dari wilayah Indonesia terkangkit. Sementara dari Puskesmas Kalikajar II, hasil pendataan ODR mencapai 416, dan seluruhnya dikarenakan mereka memiliki riwayat perjalanan dari daerah terjangkit namun masih di dalam Negeri,” pungkasnya. (win)
Angka ODR Capai 770 Lebih, Kalikajar Perluas Penyemprotan Disinfektan
Sabtu 04-04-2020,02:56 WIB
Editor : ME
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Selasa 28-04-2026,12:04 WIB
Gudang Garam Stop Beli Tembakau Temanggung, Ekonomi Petani Terpukul
Selasa 28-04-2026,12:30 WIB
Lesbumi PCNU Purworejo Dorong Living Heritage Menoreh, Stamba Diduga Peninggalan Mataram Kuno Terancam Rusak
Selasa 28-04-2026,15:57 WIB
Tepis Isu Batal, Disdikbud Kota Magelang Pastikan O2SN 2026 Digelar Meski Anggaran Dipangkas
Selasa 28-04-2026,10:44 WIB
Bangkit dari Vakum, Magelang Book Party Hidupkan Lagi Geliat Literasi Spesial Kartini
Selasa 28-04-2026,10:55 WIB
Sah! 25 Warga Eks Rusunawa Kota Magelang Terima Sertifikat Rumah Lewat Program Telo Mas
Terkini
Selasa 28-04-2026,18:41 WIB
Kementan Gaspol Regenerasi Petani, Anak Muda Didorong Kuasai Pertanian Modern
Selasa 28-04-2026,18:15 WIB
Dipuji Prabowo, Ahmad Luthfi Optimistis Jateng Capai Target Zero Sampah pada 2028
Selasa 28-04-2026,17:42 WIB
Sapu Bersih 6 Gelar, Drumband MI Arrosyidin Payaman Juara Umum Magelang Junior 2026
Selasa 28-04-2026,17:23 WIB
1.000 Desa Wisata dan 1.000 Konten Kreator Lokal Jawa Tengah Bakal Disuntik APBD Mulai Tahun Depan
Selasa 28-04-2026,15:57 WIB