MAGELANGEKSPRES.COM,PURWOREJO- Budidaya udang Vanamei di pesisir selatan Kabupaten Purworejo masih menghadapi sejumlah kendala. Dua di antaranya yakni akses jalan menuju lokasi tambak yang belum terbangun dengan baik dan penyakit yang kerap menggagalkan budidaya. Hal tersebut terungkap dalam dialog antara petambak dengan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas), Kementerian Kelautan dan Perikanan, dan Pemkab Purworejo. Dialog berlangsung di tepi kawasan tambak Desa Jatikontal Kecamatan Purwodadi. Petambak yang juga Kades Jatikontal, Suyanto, menyebut petambak menghadapi kendala utama antara lain akses jalan yang masih terbatas. Meski tambak terletak di dekat Jalan Jalur Lintas Selatan Jawa, akses dari jalan utama menuju tambak masih belum bagus. “Untuk desa kami misalnya, tambak terletak di seberang Sungai Lereng dan harus lewat jembatan, itu pun sempit dan tidak bisa kalau berpapasan kendaraan besar,” sebutnya, Sabtu (17/10). Selain itu, hama penyakit juga menjadi kendala yang sering menghinggapi para petambak. Penyakit yang diakibatkan virus seperti berak putih, kerap menyerang udang budidaya. Bahkan, jika tidak tertangani dengan baik dapat menghabiskan populasi. Persoalan lainnya adalah status tanah yang sebagian masih belum hak milik. Sebagian besar kawasan tambak terletak pada tanah berstatus Goverment Ground (GG). Baca juga TMMD Kodim Purworejo Lambungkan Harapan Pembatik Ciprat “Selain itu, harga yang tidak stabil juga menjadi kendala bagi kami,” jelasnya. Direktur Regional 1 Kementerian PPN/Bappenas, Uke Muhammad Husein, menyatakan bahwa persoalan itu akan didiskusikan dengan bidang terkait di kementerian. Menurutnya, pembahasan persoalan, terutama terkait akses, menjadi penting mengingat ruas itu juga berfungsi sebagai jalur evakuasi apabila sampai terjadi tsunami. Diungkapkan, kendala yang dihadapi para petambak membuat usaha meningkatkan kesejahteraan menjadi kurang optimal. Pemerintah dapat memfasilitasi kerja sama kemitraan multi pihak, yakni antara pemerintah, masyarakat, dan swasta. “Kerja sama juga dapat melibatkan akademisi perguruan tinggi,” ungkapnya. Sementara itu, Kepala Dinas PPKP Purworejo, Wasit Diono, menjelaskan, udang vanamei menjadi komoditas unggulan Purworejo yang memiliki pemasaran yang cukup luas. Wasit memperkirakan, sebagian produk Purworejo diekspor melalui pedagang perantara. “Belum ada yang bisa menjual langsung kepada konsumen di luar,” jelasnya. (top)
Budidaya Udang di Purworejo Hadapi Sejumlah Kendala
Senin 19-10-2020,02:32 WIB
Editor : ME
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Sabtu 25-04-2026,20:49 WIB
Lebih dari Sekadar Hotel, Artotel Leguna Jadi Mitra Strategis Pembangunan Kota Magelang
Sabtu 25-04-2026,19:17 WIB
Susu Jateng Minus Puluhan Ribu Liter, Ahmad Luthfi Dorong APPSI Bikin Kontes Sapi Perah
Sabtu 25-04-2026,22:18 WIB
Gratis! Puluhan Lukisan Seniman Lokal Ramaikan ArtSpace ARTOTEL Leguna Magelang
Minggu 26-04-2026,15:56 WIB
Gasak Emas Rp356 Juta Saat Tarawih di Windusari, Pria Ini Ditangkap Usai Beli Beras Kenduren
Minggu 26-04-2026,15:26 WIB
Targetkan Kemandirian Ekonomi, Pemkot Magelang Latih 203 Perempuan Kepala Keluarga
Terkini
Minggu 26-04-2026,16:51 WIB
Sentil Adab Beda Pendapat, Gus Yasin Wanti-wanti Alumni Pesantren Jaga Sanad Ilmu
Minggu 26-04-2026,16:45 WIB
Pertamina Mandalika Racing Series 2026 Dimulai, Dukung Kemajuan Motorsport dan Pembalap Muda Indonesia
Minggu 26-04-2026,16:35 WIB
Populasi Kera Ekor Panjang Kian Tak Terkendali, Begini Cara Pengelola Kebun Raya Gunung Tidar Mengatasinya
Minggu 26-04-2026,16:26 WIB
Peringati Hari Bumi, Pesepeda Magelang Tanam Pohon dan Tebar Ikan di Sendang Mudal
Minggu 26-04-2026,15:56 WIB