MAGELANGEKSPRES.COM,JAKARTA - Mahalnya tiket pesawat Garuda Indonesia dikeluhkan oleh sejumlah travel umrah. Pengusaha yang tergabung dalam Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP Hipmi) mendesak Komisi Pengawas Pemilu Usaha (KPPU) untuk menyelidiki dugaan monopoli dan kartel atas penjualan tiket maskapai pelat merah itu terkait untuk ibadah umrah. \"KPPU harus cepat turun tangan, selidiki dugaan ini. Umat mau ibadah kok tiket Garuda dimonopoli oleh lima agen. Akibatnya harga menjadi mahal,\" ujar Ketua Umum BPP Hipmi, Mardani H Maming, kemarin (28/12). Mardani menyebut kelima agen tiket Garuda rute umrah itu adalah Kanomas Arci Wisata, Smart Umrah, Nu Arima Awali (NRA), Aero Hajj, dan Wahana Travel. Agen-agen tersebut, lanjut Mardani, telah memblok tiket Garuda Indonesia Airliner untuk rute umrah. Alhasil travel umrah harus membeli tiket lewat mereka. Harga tiket yang membengkak itu membuat keuntungan travel umrah menjadi tipis. \"Dugaan ada indikasi kuart kartel untuk rute middel east arilines (MEA) atau umrah,\" ucap dia. Menurut dia, dengan adanya monopoli membuat persaingan antara agen menjadi tidak sehat. Bahkan, persaingan tidak sehat ini dianggap telah melanggar Undang-undang Nomor 5 Tahun 199 tentang larangan praktik monopoli dan persaingan usaha tidak sehat. \"Dalam pasal 17 ayat 1 tentang monopoli disebutkan jika pelaku usaha dilarang melakukan penguasaan atau produksi dan atau pemasaran barang dan atau jasa yang dapat mengakibatkan terjadinya praktik monopoli dan atau persaingan usaha tidak sehat,\" tutur dia. Maming membandingkan dengan tiket pesawat lain rute umrah, bisa dijual bebas tidak dibatasi oleh agen tertentu. Oleh karena itu, Hipmi mendesak KPPU untuk menyelidiki dugaan kartel tiket umrah pada pesawat Garuda. \"Tiket umrah mahal, bikin umat Islam semakin susah mendapat tiket untuk umrah,\" kata dia. Sebelumnya sejumlah pengusaha travel umrah di Solo mengancam memboikot maskapai penerbangan Garuda Indonesia. Hal ini karena adanya monopoli penjualan tiket penerbangan umrah Garuda Indonesia oleh beberapa biro perjalanan di Jakarta. Ketika itu Garuda Indonesia mengeluarkan kebijakan pada 1 Maret 2019 penjuakan tiket Garuda Indonesia hanya dapat dilakukran oleh empat agen besar yang berada di Jakarta. Pembelian tiket melalui empat agen tersebut menjadi mahal. Perbedaan harga dari sebelumnya selisihnya mencapai Rp1 juta. Selain itu, Persaudaraan Pengusaha Travel Umrah dan Haji Indonesia (Perpuhi) merasa kecewa dengan sikap manajemen Garuda Indoensia. Mereka menganggap Garuda tidak memiliki komitmen bersama. \"Kami mendesak kepada Garuda Indonesia agar segera mencabut kebijakan itu. Kalau tuntutan ini tidak diindahkan, kita sepakat akan memboikot Garuda Indonesia untuk layanan jamaah umrah,\\\'\\\' kata Ketua Perpuhi, Her Suprabu.(din/fin)
Diduga Ada Kartel Penjualan Tiket Umrah Garuda
Senin 30-12-2019,06:21 WIB
Editor : ME
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Sabtu 03-10-2026,13:33 WIB
Roses Bloom Kramat Utara Magelang, Kuliner Ala Resto Harga Mahasiswa
Sabtu 03-10-2026,16:01 WIB
Perajin Muntilan Rekam Sejarah Magelang Lewat Motif Batik Lokal
Sabtu 03-10-2026,15:38 WIB
Sepi Pembeli Usai Renovasi, Belasan Kios di Shelter Ngesengan Kota Magelang Pilih Gulung Tikar
Sabtu 03-10-2026,22:17 WIB
Gibran Siswa SD Mutual 1 Kota Magelang Juara 1 Mendongeng FLS3N Nasional
Sabtu 03-10-2026,15:57 WIB
Pemkot Magelang Ajukan Dua Raperda, Sesuaikan Aturan Izin OSS dan Struktur BPBD
Terkini
Minggu 04-10-2026,13:02 WIB
APAR Saja Tak Cukup, Walikota Magelang Desak Warga Punya Skill Cegah Kebakaran
Minggu 04-10-2026,12:52 WIB
In This Economy, Sepatu Bekas di Kota Magelang Jadi Alternatif Kebutuhan Masyarakat
Minggu 04-10-2026,12:32 WIB
Pecah Kepadatan Alun-alun, Pemkot Magelang Sulap Kawasan Utara Jadi Ruang Publik Baru
Minggu 04-10-2026,12:18 WIB
Sistem Rujukan Berbasis Kompetensi, Pemprov Jateng Minta RS Matangkan Kesiapan
Sabtu 03-10-2026,22:56 WIB