MAGELANGEKSPRES.COM,TEMANGGUNG - Tenaga pendidik untuk pendidikan agama di Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Temanggung masih mengalami kekurangan hingga 70 persen. Sedangkan jumlah guru untuk mata pelajaran tertentu masih kekurangan 40 persen dari kebutuhan yang ada. \"Terutama untuk guru agama, kurangnya masih banyak sekali,\" kata Kepala Bidang (Kabid) Tenaga Kependidikan, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Temanggung, Ahmad Saryono, Senin (24/2). Untuk memenuhi kekurangan guru tersebut kata Saryono, pihak sekolah mengambil guru honorer baik untuk mata pelajaran agama maupun mata pelajaran yang lainnya. \"Guru honorer menjadi solusi saat ini, namun belum semua sekolah juga mengambil tenaga honorer,\" katanya. Ia mengatakan, kekurangan untuk guru SMP, katanya, dihitung per mata pelajaran. Namun hanya mata pelajaran tertentu saja yang kekurangan guru, seperti matematika. Adapun untuk guru mata pelajaran lain seperti Bahasa Indonesia dan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) malah mengalami kelebihan guru. \"Jadi total kekurangan guru dari SD sampai SMP kurang lebih sekitar 40 persen. Kekurangan guru itu diambilkan dari guru honorer atau guru tidak tetap (GTT),\"kata Ahmad Saryono. Pembayaran gaji GTT di SD dan SMP, lanjutnya, sejauh ini masih dicover oleh APBD Kabupaten Temanggung dalam bentuk tunjangan kesejahteraan sosial (kesra). Tiap GTT menerima tunjangan antara RP 1 juta sampai Rp 1,2 juta per bulan. Jumlah GTT di Temanggung saat ini mencapai lebih dari 3.000 orang. Dari jumlah itu, baru sekitar 50-60 persen yang sudah menerima tunjangan kesra. \"Memang belum semua GTT bisa dicover dari APBD. Bantuan kesra itu diberikan pada GTT yang sesuai ketentuan dalam Peraturan Bupati (Perbup). Antara lain telah memenuhi masa kerja minimal satu tahun, memiliki kredibilitas dan kompeteni yang cukup baik,\"katanya. Ia berharap kedepan, swmua guru honorer di Temanggung bisa bantuan kesra dari APBD Temanggung, sehingga semangat dari guru honorer dalam menjalankan tugasnya bisa semakin bagus. \"Semoga saja kedepan hak-hak dari guri honorer bisa diberikan sesuai dengan aturan dan ketentuan yang berlaku,\" harapnya. (Set)
Guru Agama SD-SMP di Temanggung Kurang 70 Persen
Selasa 25-02-2020,03:17 WIB
Editor : ME
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Rabu 29-07-2026,12:30 WIB
Embun, Pilot Paralayang Perempuan Pertama Purworejo Terbang Bawa Tari Dolalak di Langit Wonosobo
Rabu 29-07-2026,10:30 WIB
Aliansi Desak Kasus Korupsi Mini Zoo Purworejo Diusut Tuntas, Kejari Buka Peluang Tersangka Baru
Rabu 29-07-2026,16:37 WIB
Ahmad Luthfi Prihatin Bupati Pemalang Terjaring OTT KPK, Singgung No Titip Jabatan
Rabu 29-07-2026,11:30 WIB
Purworejo Raih Sertifikat Eliminasi Malaria Setelah Berjuang 26 Tahun Berjuang
Rabu 29-07-2026,10:06 WIB
Mentan Amran Perkuat Kemitraan RI–Australia, Dadahup Siap Jadi Model Pertanian Rawa Modern
Terkini
Kamis 30-07-2026,08:41 WIB
K3S Magelang Tengah Luncurkan Hari Belajar Guru untuk Tingkatkan Kompetensi
Kamis 30-07-2026,08:30 WIB
Pasporia Hadir di Kebumen, Warga Bisa Urus Paspor Elektronik di Akhir Pekan
Kamis 30-07-2026,08:00 WIB
100 SD di Temanggung Jadi Pilot Project Sekolah Kalih Ngaji, Target 435 Sekolah
Kamis 30-07-2026,07:30 WIB
Yan Budi Nugroho Raih BesTeam Award 2026 Berkat Warung Sembako Gratis untuk Anak Yatim
Kamis 30-07-2026,06:46 WIB