MAGELANGEKSPRES.COM,TEMANGGUNG – Harga gabah kering panen (GKP) dalam kurun dua pekan terakhir mengalami kenaikan. Satu kilogram GKP saat ini laku terjual Rp5.000. Budiyanto salah satu petani di Desa Dalangan Kecamatan Tembarak menuturkan, saat ini hanya sedikit petani panen, oleh karena itu harga jual gabah saat ini naik dari Rp3.500 menjadi Rp5.000 per kilogram. “Naiknya cukup banyak, tapi tidak sekali kenaikan, ada beberapa tahap kenaikan harga, awalnya naik Rp500 kemudian naik lagi Rp500 lagi dan akhirnya sekarang menjadi Rp5.000 per kilogram,” ungkapnya, Rabu (21/10). Menurutnya, kenaikan harga gabah ini selain jarang petani yang sedang panen, juga karena kualitas gabah yang panen pada bulan September dan Oktober ini cukup bagus. Rendemen gabah juga sangat sedikit. Ia mengatakan, gabah yang panen pada bulan tersebut, tanamnya sekitar bulan Juni dan Juli lalu. Pada saat itu cuaca sangat mendukung, curah hujan tidak tinggi dan dukungan aliran irigasi yang memadai. “Memang kalau bisa panen di bulan-bulan itu biasanya bagus, karena banyak terik mataharinya, sehingga tingkat resiko kegagalan juga sangat minim sekali,” katanya. Ia mengaku, gabah hasil panen saat ini hanya dari luasan tanam sekitar 7.000 meter persegi. Dari luasan tanam tersebut bisa menghasilkan kurang lebih satu ton GKP. Jika tanam pada saat musim penghujan hasilnya paling banyak hanya 7 sampai 8 kuintal GKP saja. Baca Juga Banyak Desa di Temanggung Mengajukan Jadi Lokasi TMMD “Alhamdulillah tidak ada serangan hama tikus, jadi produksinya sangat bagus, kualitasnya juga bagus, kadar air dalam gabah juga sangat sedikit, dijemur sebentar saja sudah kering dan siap untuk digiling,” tuturnya. Dikatakan, pada bulan-bulan ini memang sedikit sekali petani yang panen gabah, karena pada mayoritas petani lebih memilih tanam tembakau. “Jadi masih sedikit petani yang panen gabah, alhamdulillah harga jualnya ikut naik,” tuturnya. Wagito petani lainnya juga menuturkan hal yang sama. Dalam dua pekan terkahir ini dirinya menjual gabah dengan harga Rp5.000 per kilogram. Harga ini memang lebih baik jika dibandingkan dengan harga gabah sebelumnya. Menurutnya, saat ini sebenarnya sudah memasuki masa tanam, namun sebagian petani sudah ada yang panen gabah. Dan saat ini mereka biasanya akan segera mengolah lahan untuk segera ditanami padi. “Sangat beruntung bagi petani yang saat ini panen, selain harganya bagus kualitasnya juga bagus. Kebetulan saya tanam gabah IR yang kualitasnya sudah diakui,” ujarnya. Ia berharap, pada masa tanam di akhir tahun ini cuaca bisa lebih mendukung, sehingga pertumbuhan padi bisa lebih bagus. Dengan demikian produksi bisa meningkat dan berharap harga jual gabah masih tinggi seperti saat ini. “Kalau menanam di akhir tahun seperti ini memang tantangan terberatnya adalah cuaca ekstrim, curah hujan tinggi disertai dengan angin, semoga saja tahun ini cuaca bisa normal,” harapnya. (set)
Harga Gabah Kering di Temanggung Naik
Kamis 22-10-2020,02:49 WIB
Editor : ME
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Selasa 03-11-2026,20:54 WIB
Perkuat Ketersediaan Air Lahan Pertanian, Pemprov Jateng Alokasikan Rp 65,5 Miliar untuk Irigasi 2026
Selasa 03-11-2026,18:40 WIB
Tim Dosen Untidar Beri Pendampingan, Bikin KWT Sambung Seger Magelang Sukses Panen Bawang Merah Berkualitas
Selasa 03-11-2026,20:41 WIB
Pemprov Jateng Salurkan 1.507 Alsintan ke 32 Daerah Wujudkan Modernisasi Pertanian
Selasa 03-11-2026,20:19 WIB
Jateng Jajaki Investasi Rp9,7 Triliun, Termasuk Ekspansi Perusahaan Vietnam
Selasa 03-11-2026,21:14 WIB
Cegah Korupsi Lewat Pengawasan Terintegrasi, Pemprov Jateng Libatkan KPK hingga BPKP
Terkini
Rabu 04-11-2026,17:00 WIB
Masuki Minggu Ketiga, Rabu Makaryo Magelang Gandeng Perusahaan Seleksi Pencari Kerja
Rabu 04-11-2026,16:00 WIB
Nongkrong Asyik di Dacozta Cafe Magelang, Menyasar Mahasiswa hingga Pecinta Kopi
Rabu 04-11-2026,14:13 WIB
96 Guru SD dan SMP di Kota Magelang Dilatih Gunakan Gemini AI untuk Buat Materi Ajar
Rabu 04-11-2026,13:54 WIB
Pascakemarau Panjang, Debit Sumber Mata Air PDAM Kota Magelang Mulai Pulih
Rabu 04-11-2026,13:46 WIB