Berkunjung ke Rumah Produksi ‘Mbako’ Garangan di Bowongso Meski cukup dikenal di kawasan Wonosobo, jenis olahan tembakau yang dibakar hingga kehitaman dan dijual dalam bentuk lembaran kotak masih cukup awam di kalangan perokok muda. Bahkan meskipun dinilai sebagai olahan tembakau yang semakin ditinggalkan, nyatanya tak mengurangi nilai jualnya yang jauh dari rokok kemasan maupun tembakau kering untuk lintingan. SALAH satu desa penghasil tembakau garangan yakni Desa Bowongso Kecamatan Kalikajar yang ada di Lereng Sumbing. Desa di ketinggian lebih dari 1800 Mdpl itu dikenal dengan kualitas tembakaunya yang kerap dibandingkan dengan tembakau garangan asal Kejajar maupun wilayah lain. Salah satu petani asal Bowongso, Rofiq menjelaskan, untuk memenuhi sekali pembakaran dengan empat rigen atau tempat memanggang dibutuhkan sekitar 120 hingga 150 kilogram lebih daun tembakau rajang basah. Biasanya tempat pemanggangan yang digunakan saat ini berbahan besi. Dahulu masih menggunakan rigen dari bambu. Namun karena ketahanannya lambat laun tergantikan. “Perkiraan berat untuk sekali garang bisa sampai 20-25 kilo hasilnya. Untuk satu lembar dari satu rigen itu biasanya dihargai mulai Rp1,4 juta sampai 2,5 juta bahkan ada yang lebih. Hasil akhirnya berupa lembaran balok-balok tembakau yang bisa disimpan sampai bertahun-tahun,” ungkapnya. Sebelum dipanggang di atas bara api, biasanya tembakau yang sudah dirajang dan dijemur selama sehari lalu digiling. Proses berikutnya cukup lama dan bisa mencapai beberapa hari. Bahkan untuk hasil yang sempurna bisa mencapai 20 hari lebih. “Setelah dibakar, tembakau kemudian dijemur kembali sampai sore atau sampai ayem istilahnya. Kalau hasilnya kurang memuaskan bisa dibakar lagi sampai bagus. Kalau tembakau sudah berwarna hitam ke cokelat-cokelatan seperti batang cokelat dan baunya harum biasanya proses dihentikan dan disimpan,” imbuhnya. Para pedagang di pasar biasanya menjual potongan kecil tembakau garangan seharga Rp 50.000 atau sebesar bungkus rokok kecil. Sehingga secara umum harganya bisa mencapai dua hingga tiga kali lipat rokok kemasan. “Adanya kemajuan teknologi, para petani mulai mempelajari teknik membakar yang tadinya di tungku. Sekarang bisa di oven dan prosesnya cukup sehari saja. Bahkan setelah dirajang, bisa langsung dikeringkan dengan mesin. Beda dengan dulu bisa sampai berminggu-minggu dan biasanya pakai kayu kopi,” ungkapnya. Menurut Hakim, salah satu pelanggan asal Kabupten Temanggung mengaku terpukau dengan kualitas dan citarasa tembakau garangan lereng Sumbing itu. Menurutnya, cara meracik tembakau garangan pun dinilai unik karena dari bentuknya yang padat harus dihancurkan hingga bisa dibentuk lintingan. Umumnya penikmat rokok garangan mencampurkan cengkeh hingga kemenyan untuk menambah citarasanya. Dirinya tidak keberatan merogoh kocek hingga ratusan ribu rupiah untuk sekedar membawa pulang selembar tembakau garangan itu. “Kalau tembakau Temanggung umumnya jenisnya yang untuk lintingan biasa, jarang ada yang seperti ini. Apalagi yang memproses petaninya sendiri. Bagi saya, harga tidak masalah. Karena saya yakni juga kualitasnya bagus dan mengalahkan rasa rokok kemasan,” ungkapnya. (*)
Harga Lebih Mahal, Kualitas Dinilai Lebih Bagus
Selasa 16-07-2019,02:20 WIB
Editor : ME
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Senin 25-05-2026,15:11 WIB
Bobot TKA SMP di Kota Magelang Kini 60 Persen, SPMB 2026 Hanya Pakai Piagam Tertinggi
Senin 25-05-2026,15:50 WIB
Bikin Gaduh, Polisi Ancam Tindak Pidana Penyebar Narasi Hoaks Teror Pocong di Magelang
Senin 25-05-2026,16:04 WIB
Tim SAR Perluas Radius Pencarian Warga Borobudur yang Hilang Terseret Arus Sungai Progo
Senin 25-05-2026,13:40 WIB
Akselerasi Digital, Pertamina Targetkan Tambahan EBITDA US$ 300 Juta
Senin 25-05-2026,15:22 WIB
Tindak Tegas Pelajar SMP Tawuran Bawa Pistol Mainan, Disdikbud Kota Magelang Gencarkan Patroli
Terkini
Senin 25-05-2026,21:56 WIB
Hari Buruh, Bupati Magelang Serahkan Santunan BPJS Ketenagakerjaan Rp 482 Juta ke Ahli Waris
Senin 25-05-2026,20:39 WIB
Tawuran Berdarah di Magelang Bermula Saling Tantang Instagram, 5 Pelaku Ditangkap
Senin 25-05-2026,16:52 WIB
Bawa Misi Perdamaian Waisak 2026, 16 Biksu Thudong Temui Wagub Jateng di Semarang
Senin 25-05-2026,16:12 WIB
Pemkot Magelang dan UNICEF Teken Pakta Kota Layak Anak, Seluruh OPD Dilibatkan
Senin 25-05-2026,16:04 WIB