Tim SAR Perluas Radius Pencarian Warga Borobudur yang Hilang Terseret Arus Sungai Progo

Tim SAR Perluas Radius Pencarian Warga Borobudur yang Hilang Terseret Arus Sungai Progo

Tim SAR gabungan melakukan manuver penyisiran darat dan air di aliran Sungai Progo, Dusun Krean, Kecamatan Borobudur, guna melacak keberadaan warga Candirejo yang dilaporkan hilang terseret arus, Senin (25/5/2026).-IST-MAGELANG EKSPRES

MUNGKID, MAGELANGEKSPRES.ID – Tim Search and Rescue (SAR) gabungan terus mengintensifkan pencarian terhadap Ahmad Rohadi (27), warga Dusun Pucungan, Desa Candirejo, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang.

Korban dilaporkan hilang terseret arus Sungai Progo di kawasan Dusun Krean sejak Minggu (24/5/2026).

Insiden nahas tersebut bermula saat korban tengah mencari ikan bersama pamannya.

BACA JUGA:Bikin Gaduh, Polisi Ancam Tindak Pidana Penyebar Narasi Hoaks Teror Pocong di Magelang

Pria itu diduga hanyut terbawa derasnya debit air secara tiba-tiba ketika mencoba menyeberangi sungai untuk menyusul sang paman.

Paman korban yang menyaksikan langsung kejadian itu bergegas melapor kepada pengelola Gethek Balong di Desa Sambeng.

Informasi tersebut lantas diteruskan secara estafet kepada tim SAR agar proses evakuasi bisa segera dilakukan.

BACA JUGA:Kades Sambak Kajoran Pastikan Video Teror Pocong Bersenjata Hoaks, Polresta Magelang Lacak Pelaku Penyebar

Rescuer Basarnas Unit Siaga Borobudur, Riyan Aris Pramana, memastikan pihaknya telah mengerahkan operasi secara optimal semenjak Senin (25/5/2026) pagi.

Medan sungai yang menantang menuntut penanganan ekstra serta perhitungan teknis yang terukur.

"Ini kita melaksanakan operasi hari kedua. Terkait teknisnya, kita menggunakan perahu rafting dan penyisiran di darat. Jika memungkinkan, nanti akan dilakukan penyelaman," jelas Riyan.

BACA JUGA:Polisi Minta Warga Setop Sebar Video Hoaks Teror Pocong di Kaliangkrik dan Kajoran

Penyisiran ekstensif, kata dia, difokuskan pada radius tiga kilometer dari titik awal jatuhnya korban.

Operasi kemanusiaan ini tidak sekadar bertumpu pada personel Basarnas, tetapi juga melibatkan unsur aparat berwajib, relawan, dan partisipasi warga setempat.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: magelang ekspres

Berita Terkait