MAGELANGEKSPRES.COM,WONOSOBO – Salah satu inovasi yang dilakukan penggiat lingkungan dari Dusun Klilin, Desa Sindupaten, Kecamatan Kertek ialah mengolah limbah menjadi benda yang bisa dimanfaatkan sehari-hari. Berbeda dengan desa-desa lainnya, kelompok yang dinahkodai Miftahudin itu mencoba bereksperimen dengan popok bekas pakai yang biasanya dibuang begitu saja. Namun dengan beberapa perlakuan, ternyata popok yang dinilai paling sulit diolah tersebut akhirnya bisa disulap menjadi pot tanaman. “Awalnya kami mencari cara bagaimana mengolah sampah popok yang jumlahnya makin banyak ini. Apalagi memang sampah ini tergolong Bahan Berbahaya dan Beracun (B3). Maka, butuh perlakuan yang benar agar tidak membahayakan setelah menjadi produk jadi. Ini memang tidak boleh dibuang begitu saja sebenarnya, bahkan kalau dibakar juga semakin berbahaya,” kata Miftah belum lama ini. Salah satu sumber belajar yang digunakan Miftah bersama kelompoknya ialah referensi video dari jejaring Youtube hingga beberapa literature untuk memroses sampah B3. Di Jawa Timur, dikatakan Miftah berbagai langkah sudah dilakukan untuk menyiasati sampah popok itu. “Kami memilih produk pot karena yang paling mudah diproses dan dinilai aman. Ternyata setelah kami coba, ketahanannya lebih bagus daripada pot plastik yang mudah pecah. Kalau ini hanya semakin lentur saja. Karena campuran bahan bakunya dari semen. Satu pot bisa dibuat dari sekitar 5 sampai 6 pampers bekas sesuai ukurannya,” katanya. Harga jual pot dari pampers bekas itu di kisaran Rp10.000 hingga Rp15.000 dan sedang diujicobakan di beberapa kelompok penggiat lingkungan. Salah satu proses penting yang dinilai Miftah tak boleh disepelekan ialah pembersihan dengan perendaman di cairan EM4 untuk mengurai bakteri dan menghilangkan bau. Bahkan menurut Miftah, warga juga diajak untuk bekerjasama menyediakan popok bekas yang sudah bersih dengan imbal balik hasil yang menarik. “Menurut kami ini punya potensi bagus untuk ciptakan lapangan kerja. Proses lainnya juga termasuk Dijemur hingga bisa dicetak untuk pot. Sebenarnya bahan ini bisa untuk berbagai kerajinan lainnya. Sedangkan untuk pot harus benar-benar kering dan bisa menjadi pot tempel,” pungkasnya. (win)
Inovasi Warga Klilin, Kertek, Manfaatkan Popok Bekas Jadi Pot
Kamis 27-02-2020,02:47 WIB
Editor : ME
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Rabu 29-04-2026,14:02 WIB
Demo Mahasiswa Unsiq Wonosobo, Tolak Cuti Paksa dan Penonaktifan Akun
Rabu 29-04-2026,13:36 WIB
Tinjau SMA Negeri 1 Cilacap, Prabowo dan Ahmad Luthfi Pastikan Program MBG Lancar
Rabu 29-04-2026,15:07 WIB
Progres 75 Persen, Pembangunan Koperasi Desa Merah Putih di Magelang Terhambat Lahan
Rabu 29-04-2026,14:53 WIB
BPJPH Tetapkan Jawa Tengah Jadi Role Model Nasional Ekosistem Halal Terintegrasi
Kamis 30-04-2026,05:00 WIB
5 Amalan di 10 Hari Pertama Bulan Dzulhijah yang Pahalanya Bisa Menandangi Jihad
Terkini
Kamis 30-04-2026,11:03 WIB
Efek Makan Bergizi Gratis, Harga Sayur di Magelang Meroket, Bunga Kol Malah Anjlok
Kamis 30-04-2026,10:00 WIB
Cegah Tragedi Berulang, Kebun Raya Gunung Tidar Magelang Lakukan Perambasan Pohon
Kamis 30-04-2026,09:52 WIB
Patahkan Mitos Modal, Walikota Magelang Ungkap Kunci UMKM Bisa Bertahan dan Berkembang
Kamis 30-04-2026,09:34 WIB
Matangkan Persiapan MTQ Nasional 2026, Jateng Minta Dukungan Transportasi Pusat
Kamis 30-04-2026,09:24 WIB