MAGELANGEKSPRES.COM,TEMANGGUNG - Tingginya angka pernikahan dini masih menjadi penyebab kasus stunting (gagal tumbuh pada anak balita karena kurangnya asupan gizi) di Kabupaten Temanggung. Oleh karena itu pemerintah setempat terus mengenjot sosialisasi kepada masyarakat untuk mencegah terjadinya stunting pada anak. “Pernikahan dini menjadi salah satu penyebab stunting, namun kami terus berusaha agar kasus stunting ini bisa terus berkurang,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Temanggung, Suparjo, kemarin. Ia mengatakan, angka kasus stunting di Kabupaten Temanggung tahun 2019 masih 29,98 persen atau nomor 22 di Provinsi Jawa Tengah. “Memang dari tahun ke tahun sudah berkurang, tapi pernikahan dininya yang masih tergolong cukup tinggi,” terangnya. Baca Juga Fatayat NU Magelang Ajak Liburan Anak Yatim Suparjo menegaskan, pernikahan dini jelas-jelas berkontribusi terhadap masalah kekurangan gizi kronis pada anak yang mengganggu pertumbuhan. Sehingga anak mengalami kekerdilan, tinggi badannya lebih rendah ketimbang rata-rata tinggi anak seusianya. Karena pernikahan dini, maka akan terjadi kehamilan yang tidak diinginkan, sehingga pertumbuhan janin di dalam kandungan tidak bisa optimal. Selain itu juga dengan pernikahan dini secara psikologis belum mampu menghadapi permasalahan yang timbul dalam keluarga. “Selain itu, perempuan yang menikah pada usia dini umumnya secara psikologis belum siap hamil serta belum memiliki cukup pengetahuan mengenai perawatan kehamilan dan perawatan anak. Hal ini yang menjadikan kasus stunting masih tinggi,” katanya. Guna menekan kasus kekerdilan pada anak, Dinas Kesehatan menjalankan intervensi langsung dan tidak langsung. Dengan upaya ini diharapkan mampu mengurangi angka stunting pada anak. Suparjo menyampaikan, intervensi langsung dijalankan untuk mengatasi penyebab langsung kekerdilan pada anak seperti kekurangan gizi pada masa kehamilan serta 1.000 hari pertama kehidupan anak. Selain itu ada penanganan penyebab tidak langsung seperti status imunisasi dasar lengkap, kesehatan lingkungan, sanitasi, serta penyakit menular seperti diare dan infeksi saluran pernapasan akut. “Hal itu menjadi tugas tenaga kesehatan untuk intervensi spesifik, petugas kesehatan menjadi ujung tombak dalam memecahkan permasalahan ini,” katanya. Baca Juga Mobil Terbakar di Purworejo, Sekeluarga Gagal Tahun Baruan Namun, penanganan masalah kekerdilan pada anak juga menuntut penanggulangan penyebab dasar yakni kemiskinan. Masalah perekonomian ini akan berdampak pada kesehatan dan pertumbuhan anak. “Ini yang menjadi tugas bersama, meningkatkan perekonomian masyarakat. Secara otomatis akan meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat,” katanya. (set)
Kasus Stunting di Temanggung Masih Tinggi
Kamis 02-01-2020,03:02 WIB
Editor : ME
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Minggu 01-11-2026,16:30 WIB
Sampah Kota Magelang 85 Ton Per Hari, DLH Perkuat PDU Bojong untuk Pengurangan
Minggu 01-11-2026,13:09 WIB
Di Tengah Pro-Kontra Konser Andrea Bocelli, Ulama Borobudur Serukan Perdamaian Dunia
Minggu 01-11-2026,12:41 WIB
Calon Ketua HIPMI Magelang, Arya Septiadi Siapkan Gebrakan Digital untuk UMKM
Minggu 01-11-2026,16:08 WIB
Massa Aksi di Borobudur Magelang Desak Promotor Konser Andrea Bocelli Buktikan Tak Terkait Israel
Minggu 01-11-2026,16:00 WIB
d’JeLiPat SMKN 3 Magelang Hadirkan ‘Romantic Purple’ di Opening Fashion Show Magelang Flower Festival
Terkini
Minggu 01-11-2026,17:00 WIB
Kota Magelang Peringkat 3 Integritas Pendidikan Nasional, Walikota Minta Penguatan SDM
Minggu 01-11-2026,16:30 WIB
Sampah Kota Magelang 85 Ton Per Hari, DLH Perkuat PDU Bojong untuk Pengurangan
Minggu 01-11-2026,16:15 WIB
Pemprov Jateng Beri Tali Asih 2.000 Hafiz dan Perluas Beasiswa Santri
Minggu 01-11-2026,16:08 WIB
Massa Aksi di Borobudur Magelang Desak Promotor Konser Andrea Bocelli Buktikan Tak Terkait Israel
Minggu 01-11-2026,16:03 WIB