MAGELANGEKSPRES.COM,JAKARTA - Kementerian Pendidikan dan Kebudayan (Kemendikbud) lebih memilih penyelamatan ekonomi sekolah, ketimbang merumuskan kurikulum darurat untuk masa pandemi virus korona (covid-19). Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem makariem menyatakan, bahwa belum berencana merumuskan kurikulum darurat untuk masa pandemi virus korona (covid-19). Menurutnya, penyelamatan ekonomi sekolah di tengah pandemi dinilai lebih penting. \"Yang darurat itu sekolahnya. Jadi yang terpenting sekarang ini adalah ekonomi sekolah dan kebutuhan beli kuota bisa terpenuhi,\" kata Nadiem, Senin (11/5) Nadiem menambahkan, bahwa pihaknya juga memilih fokus memikirkan kesejahteraan para guru. Tujuannya, agar insan pendidikan langsung bisa menerima bantuan pada masa krisis seperti sekarang ini. \"Untuk itu dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) kita bebaskan diskresi kepada kepala sekolah untuk digunakan sesuai kebutuhan masing-masing,\" terangnya. Nadiem menjelaskan, dengan dihapusnya Ujian Nasional (UN) maka tidak ada kewajiban sekolah untuk memenuhi kompetensi kurikulum, yang telah mengubah banyak hal di sektor pendidikan. \"Membuat kurikulum darurat akan memakan waktu yang lama,\" ujarnya. Untuk itu, Nadiem berharap para guru, orang tua dan murid agar bisa beradaptasi di masa krisis pandemi dengan mendahulukan kesehatan. Menurutnya,banyak hikmah yang dapat dipetik dari Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dengan metode daring ini. \"Kita bisa mengambil inisiatif pada masa krisis untuk menemukan satu hal luar biasa ketika ini sudah selesai. Kita melihat adanya kesenjangan ekonomi dan infrastruktur pendidikan, untuk itu kita harus belajar bersama menyelesaikan ini, setelah pandemi selesai,\" terangnya. \"Ini sejarah untuk kita semua di mana guru, orang tua dan murid belajar bersama. Kita bisa mengambil inisiatif pada masa krisis untuk menemukan satu hal luar biasa ketika ini sudah selesai. untuk itu kita harus belajar bersama menyelesaikan ini,\" tuturnya. Sementara itu, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) berkukuh mengusulkan kurikulum darurat selama pandemi virus Corona (covid-19). Pasalnya, kurikulum yang ada saat ini dinilai sangat merepotkan siswa. Komisioner Bidang Pendidikan KPAI, Retno Listyarti mengatakan, bahwa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) lebih mempertimbangkan hal ini demi menjaga keberlangsungan pendidikan di tengah pandemi (covid-19). \"Saya melihat di masa pandemi ini sangat dibutuhkan kurikulum dalam siutasi darurat. Apalagi kondisi darurat seperti ini di antara berbagai keterbatasan,\" kata Retno. Menurut Retno, ketika di lapangan mengalami perbedaan persepsi, dikhawatirkan akan sulit terkendali. Sehingga, saat ini sekolah masih membutuhkan panduan-panduan khusus mengenai kurikulum yang tepat untuk PJJ. Menurutnya, kurikulum darurat yang dimaksud bukan berarti membentuk kurikulum baru. Namun, bisa berupa pengurangan beban kurikulum yang sudah ada. \" \"Dipilah dan dipilih, kurikulum nantinya hanya berisi materi-materi yang esensial diterapkan dalam masa darurat,\" terangnya. Terlebih lagi, kata Retno, guru dan siswa tidak perlu dibebani kurikulum yang serupa kondisi normal. Ia juga menilai, Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) belum juga mencapai titik ideal. \"Kebijakan PJJ juga masih timpang. Tak semua siswa bisa melakukan pembelajaran dari rumah secara digital, yang tampak hanya untuk anak keluarga menengah ke atas yang relatif memiliki kemampuan dan akses digitalisasi yang memadai,\" pungkasnya. (der/fin)
Kemendikbud Tolak Kurikulum Darurat
Selasa 12-05-2020,06:17 WIB
Editor : ME
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Rabu 06-05-2026,17:49 WIB
Lengkapi Alun-alun, Pembangunan Pura Jagat Natha Kukuhkan Kota Magelang Sebagai Kota Toleran
Rabu 06-05-2026,16:20 WIB
50 Biksu Jalan Kaki Menuju Borobudur untuk Peringati Waisak 2026
Rabu 06-05-2026,18:46 WIB
Resmi Jadi Guru Besar Untidar, Prof Mimi Tawarkan Solusi Literasi Berbasis Budaya Lokal
Rabu 06-05-2026,17:35 WIB
Jadwal SBY Cup 2026 dan Interhash di Kota Magelang, Roda Ekonomi Dipastikan Meroket
Terkini
Kamis 07-05-2026,09:00 WIB
Polres Temanggung Kawal Sensus Ekonomi 2026, 900 Petugas BPS Turun ke Lapangan
Rabu 06-05-2026,21:34 WIB
Patra Jasa Gelar RUPS Tahunan, Pertumbuhan Pendapatan Lampaui Target Capai Rp5,5 triliun
Rabu 06-05-2026,18:46 WIB
Resmi Jadi Guru Besar Untidar, Prof Mimi Tawarkan Solusi Literasi Berbasis Budaya Lokal
Rabu 06-05-2026,18:31 WIB
Pameran Abhirama Ranggawarsita 2026 Semarang Angkat Sejarah Pangan
Rabu 06-05-2026,18:24 WIB