Polres Temanggung Kawal Sensus Ekonomi 2026, 900 Petugas BPS Turun ke Lapangan
Kapolres bersama Kepala BPS Temanggung melaksanakan pertemuan Silaturahmi Kamtibmas yang berlangsung di Ruang K3I Polres Temanggung-Setyo Wuwuh-Magelang Ekspres
TEMANGGUNG, MAGELANGEKSPRES.ID – Kepolisian Resor (Polres) Temanggung memperkuat sinergitas lintas sektoral dengan menggandeng Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Temanggung guna memastikan kondusivitas wilayah serta akurasi data pembangunan.
Sinergi ini ditegaskan dalam pertemuan Silaturahmi Kamtibmas yang berlangsung di Ruang K3i Polres Temanggung, kemarin.
Kepala BPS Kabupaten Temanggung, Henri Wagiyanto, mengungkapkan bahwa dalam waktu dekat, tepatnya pada Mei hingga Agustus 2026, pihaknya akan melaksanakan agenda besar 10 tahunan, yakni Sensus Ekonomi 2026.
BACA JUGA:Peringati May Day, BPJS Ketenagakerjaan Temanggung Serahkan Santunan JKK dan JKM
Sebanyak 900 petugas akan diterjunkan secara door-to-door ke 20 kecamatan dan 266 desa/kelurahan di seluruh wilayah Temanggung.
“Petugas kami akan mendata pelaku usaha, mulai dari perusahaan besar, UMKM di emperan toko, hingga jasa driver ojol. Mengingat tantangan di lapangan yang cukup dinamis, kami memohon dukungan pengamanan dari Bapak Kapolres beserta jajaran hingga tingkat Bhabinkamtibmas agar petugas kami merasa aman saat bertugas,” ujar Henri.
Selain pengamanan fisik, Henri juga menyoroti pentingnya menjaga marwah data dari ancaman disinformasi.
Menurutnya, seringkali data hasil survei dipelintir untuk kepentingan tertentu yang dapat memicu ketidakpercayaan publik.
BACA JUGA:Dindukcapil Temanggung Jemput Bola di Rutan, 170 Warga Binaan Diverifikasi dan Direkam e-KTP
Menanggapi hal tersebut, Kapolres Temanggung AKBP Zamrul Aini menyatakan komitmen penuh jajarannya untuk mem-back up seluruh tahapan sensus.
Kapolres menegaskan bahwa data yang akurat adalah kompas bagi kepolisian dalam memetakan kerawanan sosial dan menentukan kebijakan keamanan.
“Menjaga Temanggung tetap aman tidak bisa dilakukan Polri sendirian. Kami butuh data kredibel dari BPS sebagai landasan analisis. Terkait keamanan petugas sensus, saya instruksikan kepada seluruh Kapolsek dan Bhabinkamtibmas untuk memberikan dukungan penuh. Jika ada kendala, penolakan, atau ancaman di lapangan, segera hubungi kami. Keamanan petugas BPS adalah tanggung jawab kami,” tegas AKBP Zamrul Aini.
BACA JUGA:Petani Tembakau Temanggung Tuntut Harga Layak, Biaya Produksi Tembus Rp75 Juta per Hektare
Kapolres juga menambahkan bahwa di era digital ini, klarifikasi bersama sangat diperlukan untuk menangkal isu miring terkait manipulasi angka kemiskinan atau data sosial lainnya yang dapat memprovokasi masyarakat.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: