Kepulan Asap Masih Terlihat di Sumbing

Jumat 27-09-2019,02:44 WIB
Editor : ME

TEMANGGUNG – Hingga hari kelima, kepulan asap akibat kebakaran di lereng Gunung Sumbing masih terlihat. Luasan hutan savana yang terbakar juga meluas menjadi 24 hektar. Plt Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Temanggung Gito Walngadhi mengatakan, kebakaran di lereng Gunung Sumbing terjadi sejak Minggu (22/9). Sejak itu pula tim pemadam kebakaran yang terdiri dari SAR BPBD, TNI, Polri dan relawan serta masyarakat sudah langsung berusaha memadamkan api kebakaran. Meskipun tim sudah berupaya keras melakukan pemadaman, namun karena lokasi kebakaran yang berada di ketinggian 2.500 mdpl dan di lokasi yang sangat curam, maka pemadaman api masih sulit dilakukan. “Titik-titik api yang berada di lokasi yang mudah dijangkau sudah bisa dipadamkan, masih tersisa titik api yang berada di lereng yang curam saja,” terangnya. Gito menjelaskan, dari laporan terakhir di petak 23-3 masih terpantau 1 titik api dan petak 27-4 masih terpantau 1 titik api. Upaya Penanganan yang dilakukan saat ini melakukan pemadaman dan penyisiran titik api dengan tim ke 3 jalur. Pada jalur Banaran sebanyak 15 orang yang bertugas melakukan pemantauan, pemadaman dan penyisiran titik api di seputaran pos 3 jalur Banaran, dan sudah tidak terpantau titik api. “Di jalur ini sudah tidak ada lagi titik api, namun demikian penyisiran masih dilakukan,” katanya. Untuk jalur Walitis lanjutnya, dikerahkan sebanyak 28 orang yang bertugas merintis jalur, penyekatan dan pemadaman titik api. Hingga Rabu malam masih terpantau adanya satu titik api. “Penyekatan dilakukan agar api tidak merembet dan melebar,” katanya. Sedangkan untuk jalur alternatif dikerahkan sebanyak 25, Jalur ini berada di antara jalur Banaran dan jalur Walitis. Sebanyak 13 orang yang bertugas merintis jalur dan melakukan pemadaman di atas blok Gowang. “Di jalur ini juga sudah tidak ada titik api lagi, tim ditarik turun karena cuaca tidak memungkinkan,\" katanya. (set)

Tags :
Kategori :

Terkait