MAGELANGEKSPRES.COM,PURWOREJO - Sebanyak 12 sekolah dasar (SD) di Kabupaten Purworejo bakal diregrouping. Proses regrouping akan dilakukan selama tahun 2019 hingga 2020 mendatang. Regroupung tersebut dilakukan karena muridnya semakin sedikit. Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga, Sukmo Widi Harwanto saat mendampingi Komisi IV DPRD Kabupaten Purworejo melakukan kunjungan kerja pengawasan dalam daerah yang dilakukan di salah satu SD di Kabupaten Purworejo, akhir pekan lalu. Dikatakannya, SD negeri di Kecamatan Kemiri yang digabung adalah SDN Kapiteran (22 murid) digabung dengan SDN Kaliglagah. SDN Prapaglor 1 dan SDN Prapaglor 2, Kecamatan Pituruh, digabung menjadi SDN Prapaglor 1. Di Kecamatan Kaligesing ada empat SD, yaitu SDN Jatirejo 1 dan SDN Jatirejo 2 bergabung di SDN Jatirejo 2, SDN Hardimulyo 1 dan SDN Hardimulyo 2 melebur menjadi SDN Hardimulyo 2. Kecamatan Ngombol, dua SD masing-masing SDN Wingko Tinumpuk dan Wingkomulyo, digabung menjadi SDN Wingkomulyo. SDN Kliwonan bergabung dengan SDN Sawunggaling keduanya berada di Kecamatan Kutoarjo. Baca juga Warga Purworejo yang Terdampak Bendungan Bener Terima Sembako Murah \"Tujuan regrouping ini untuk menciptakan penyelenggaraan pendidikan yang efektif dan efisien serta berkualitas dan bermutu,\" kata Sukmo Widi. Menurutnya, pihaknya sudah melakukan penataan guru dari sekolah yang diregroup. Tidak hanya PNS tapi juga WB. Menurutnya, tempat tinggal guru juga menjadi salah satu pertimbangan penempatannya. Kepala Seksi Sarpras Dindikpora Purworejo Sasmito Adi menambahkan ada 4 sekolah yang sudah siap digabung di tahun 2019 ini. Yakni SDN Kapiteran dan SDN Kaliglagah serta SDN Wingkotinumpuk dan SDN Wingkomulyo. \"Sisanya akan dilakukan di tahun 2020,\" kata Sasmito. Sementara itu, Ketua Komisi IV, Rani Sumadyaningrum mengungkapkan, dalam regrouping atau penggabungan SD tidak hanya guru berstatus pegawai negeri sipil, guru wiyata bhakti (WB) juga harus diperhatikan oleh Dindikpora Kabupaten Purworejo. Setidaknya WB juga tetap mendapatkan jam mengajar seperti halnya saat mereka masih di sekolah lama. Baca Juga Porkab Pencak Silat, PSHT Juara Umum \"Kami minta agar penggabungan itu tidak menimbulkan konflik di tengah masyarakat. Guru baik yang berstatus PNS maupun WB, tetap diperhatikan. Jangan sampai karena regroup guru WB kemudian terpinggirkan,\" kata Rani. Pihaknya menilai langkah penggabungan sekolah memang diperlukan. Apalagi bagi sekolah-sekolah yang relatif dekat namun jumlah siswanya masih kurang. \"Dengan regroup akan lebih efektif,\" imbuh Rani. (luk)
Minim Murid, 12 SD di Purworejo Bakal Diregrouping
Senin 09-12-2019,03:03 WIB
Editor : ME
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Kamis 06-08-2026,11:18 WIB
Aktivasi IKD Kota Magelang Diganjar Peringkat 3 Nasional, Hasil Upaya Disdukcapil yang Gencar Jemput Bola
Kamis 06-08-2026,10:44 WIB
Angka Pengangguran Kota Magelang Didominasi Lulusan Sarjana
Kamis 06-08-2026,10:53 WIB
Truk Roda 6 Kerap Terobos Jalan Protokol, Dishub Kota Magelang Evaluasi Rambu Perbatasan
Kamis 06-08-2026,07:50 WIB
Penyesuaian Anggaran Dominasi Pembahasan KUA-PPAS Perubahan APBD Purworejo 2026
Kamis 06-08-2026,11:01 WIB
Transformasi Jadi PT, Bank Magelang Proyeksikan Kenaikan PAD hingga Perluas Jangkauan Pasar
Terkini
Kamis 06-08-2026,14:52 WIB
Jateng-Kaltim Sepakati Kerja Sama, Potensi Ekonomi Capai Rp20,2 Triliun
Kamis 06-08-2026,11:18 WIB
Aktivasi IKD Kota Magelang Diganjar Peringkat 3 Nasional, Hasil Upaya Disdukcapil yang Gencar Jemput Bola
Kamis 06-08-2026,11:01 WIB
Transformasi Jadi PT, Bank Magelang Proyeksikan Kenaikan PAD hingga Perluas Jangkauan Pasar
Kamis 06-08-2026,10:53 WIB
Truk Roda 6 Kerap Terobos Jalan Protokol, Dishub Kota Magelang Evaluasi Rambu Perbatasan
Kamis 06-08-2026,10:44 WIB